Aktivis Mahasiswa Minta Usut Penemuan Benda Asing di Perairan Ujunggenteng Sukabumi

Selasa, 04 Mei 2021 - 19:03 WIB
Aktivis Mahasiswa Minta Usut Penemuan Benda Asing di Perairan Ujunggenteng Sukabumi
Aktivis Mahasiswa Minta Usut Penemuan Benda Asing di Perairan Ujunggenteng Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Penemuan benda asing yang terapung di wilayah Perairan Kabupaten Sukabumi tepatnya di Perairan Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pagi tadi Selasa (04/05/2021) menuai sorotan berbagai kalangan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dr Daryono kepada TatarSukabumi.ID menyatakan bahwa barang asing tersebut diduga menyerupai sejenis Buoy.

Buoy merupakan alat untuk mendeteksi gelombang Tsunami yang dipicu gempa bawah laut.

Alat milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ini berfungsi mengawasi serta mencatat perubahan tingkat air laut di samudera saat terjadi gempa.

"Itu (barang asing) nampaknya seperti Buoy tapi belum tentu Buoy Tsunami," ungkap Daryono pagi tadi, Selasa (4/5).

BACA JUGA : Fakta Penemuan Benda Asing di Perairan Ujunggenteng Sukabumi Diduga Alat Penting Dari Kapal Selam

Namun demikian Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami tidak dapat memastikan bahwa Buoy tersebut milik BMKG, mengingat BMKG tidak memasang Buoy disekitar perairan Ujunggenteng Sukabumi.

Menurut Daryono, Buoy milik BMKG terpasang di sekitar perairan Pulau Sumatera.

"Kalau Buoy milik BMKG di barat Sumatra," ungkap Daryono kepada TatarSukabumi.ID melalui sambungan aplikasi perpesanan singkat.

BACA JUGA : Calon Buruh Migran Jepang Diamankan Polisi Bobol Rumah Bawa Kabur Mobil Honda Brio dan PlayStation 3

Dengan penemuan benda asing yang belum dapat dipastikan ini sejumlah aktivis Mahasiswa Sukabumi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kabupaten Sukabumi meminta Pihak-pihak terkait untuk melakukan upaya identifikasi benda bulat merah yang ter-jangkar di Perairan Ujunggenteng Sukabumi.

Seperti diungkap Wakil Ketua Bidang Agraria DPC GMNI Sukabumi Raya, Rinaldi Dwi Salwana kepada TatarSukabumi.ID.

"Harus diidentifikasi secara tuntas, karena ditakutkan benda tersebut milik Negara lain dan digunakan untuk kepentingan negara tersebut untuk keuntungan sebelah pihak," ungkap Rinaldi.

Kemungkinan lain, sambung aktivis Sukabumi ini, ditakutkan benda tersebut adalah milik pihak asing yang berfungsi mengolah informasi sumber daya alam perikanan Indonesia.

Lebih parah lagi sambung Dia, barang yang belum diketahui secara pasti ini berfungsi untuk menggali data sumber daya lain di kawasan tersebut untuk kebutuhan eksploitasi.

BACA JUGA : Pengunggah Ujaran Kebencian Terhadap TNI di Facebook Minta Maaf di Mapolres Sukabumi Kota

Atas dasar itu, GMNI meminta Pihak terkait melakukan penelitian serius dan selanjutnya menjelaskan kepada masyarakat benda yang ditemukan oleh Nelayan Ujunggenteng ini.

"Pihak terkait baik dari Pol Air Polres Sukabumi atau TNI AL yang lebih kompeten dalam mencari tahu benda apa yang ada di kawasan tersebut, sehingga hal-hal yang tidak kita harapkan mampu segera diatasi," tegasnya.

"Apalagi bicara temuan benda aneh sudah sering terjadi dikawasan perairan indonesia, tahun lalu di perairan Sulawesi ditemukan drone bawah air yang diduga milik salah satu negara," sambung Dia.

"Hal ini jangan sampai terjadi di wilayah perairan Sukabumi, karena akan berkaitan dengan keamanan negara dan kedaulatan perairan Republik Indonesia sebagaimana yang telah di tetapkan pada Unclos sebagai perjanjian internasional mengenai kelautan, terlebih indonesia adalah negara maritim yang cukup luas sehingga aspek keamanan dalam teritorial laut harus terus dijaga guna pencegahan konflik," beber Rinaldi.

BACA JUGA : Museum Hiu Purba Pertama di Indonesia Ada di Sukabumi Selanjutnya Museum Site Taman Megalodon Direncanakan

Ditambahkan Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Anggi Fauzi, menurutnya secara geografis Sukabumi merupakan wilayah yang memiliki garis pantai cukup panjang.

Dan tentunya, sambung Anggi, hal ini menjadi potensi baik secara ekonomi maupun politik.

"Kami menyayangkan jika tidak ada keseriusan pemerintah daerah baik dari lembaga eksekutif dan legislatif dalam menginisiasi pengamanan wilayah perairan Sukabumi yang tersusun secara aturan, padahal bila merujuk pada causul unclos dan beberapa regulasi yang berkaitan dengan kelautan, seharusnya Sukabumi segera membentuk aturan tersebut sebagai dasar untuk mencegah hal-hal yang tidak kita harapkan sebagaimana yang terjadi saat ini di pantai ujung genteng." ungkap Anggi.(*)

SUKABUMI TERKINI