Marwan Hamami dan Tito Karnavian Bahas Teknis Penyelenggaraan Idul Fitri Larangan Mudik Pembukaan Destinasi Wisata dan Shalat Ied

Senin, 03 Mei 2021 - 15:26 WIB
Marwan Hamami dan Tito Karnavian Bahas Teknis Penyelenggaraan Idul Fitri Larangan Mudik Pembukaan Destinasi Wisata dan Shalat Ied
Marwan Hamami dan Tito Karnavian Bahas Teknis Penyelenggaraan Idul Fitri Larangan Mudik Pembukaan Destinasi Wisata dan Shalat Ied

TatarSukabumi.ID - Bupati Sukabumi Marwan Hamami bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) rapat virtual bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Senin (3/5/2021).

Rapat koordinasi virtual ini membahas strategi penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 di seluruh daerah jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri terlebih berkaca pada kasus yang melanda India saat ini.

Tito Karnavian tegaskan, seluruh kepala daerah tidak kendor dalam penangan Covid-19 agar kejadian yang menimpa India tidak terjadi di Indonesia.

"Dunia geger atas Tsunami Covid-19 di India. Jadi, penanganan Covid-19 harus benar benar serius dan jangan kendor," tegas Tito Karnavian, dari Jakarta, Senin (3/5/2021).

BACA JUGA : Polisi Perketat Penjagaan di Cek Poin Akses Masuk Palabuhanratu Surade

Lebih jauh Tito mengatakan, jelang perayaan Lebaran Idul Fitri potensi kerumunan massa meningkat disebabkan tradisi seperti belanja ke pasar, aktivitas keagamaan seperti buka puasa bersama, dan tradisi mudik.

"Jangan sampai kendor dan jangan lengah agar di Indonesia tidak ada peningkatan kasus Covid-19.

"Kita semua telah sepakat, melarang masyarakat mudik," tegas Tito.

Sementara itu dari Gedung Pendopo Sukabumi, Bupati Sukabumi Marwan Hamami memastikan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi melarang masyarakat mudik baik dari Kabupaten Sukabumi ke luar daerah ataupun sebaliknya.

"Tidak ada mudik. Kecuali mudik lokal seperti dari Kabupaten Sukabumi ke Kota Sukabumi ataupun sebaliknya. Kalau mudik ke Cianjur ataupun Bogor kita tidak akan memberikan ruang," ungkap Marwan Hamami.

BACA JUGA : Pengunggah Ujaran Kebencian Terhadap TNI di Facebook Minta Maaf di Mapolres Sukabumi Kota

Untuk objek wisata di Sukabumi, Bupati menyatakan tidak dilakukan penutupan, namun demikian, Marwan secara tegas menyatakan destinasi wisata terlarang bagi wisatawan luar Sukabumi.

Pada libur Idul Fitri destinasi wisata tetap dibuka namun destinasi wisata itu hanya untuk wisatawan lokal Sukabumi.

"Untuk masyarakat lokal Sukabumi boleh ke tempat wisata dengan catatan, menerapkan protokol kesehatan. Terutama memakai masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Wisawatan dari luar Sukabumi tidak boleh," tegasnya.

BACA JUGA : Larangan Mudik Akses Masuk Sukabumi Diperketat, Ini Jadwal 3 Etape Penyekatan di Perbatasan Sukabumi

Dilokasi destinasi wisata nantinya akan dijaga secara ketat dan diawasi petugas lapangan, Marwan memastikan tidak akan ada celah bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Nanti ada yang menjaga dan mengawasi di tempat wisata," Jelasnya.

Terkait teknis, Shalat Idul Fitri 1442 Hijriah, Bupati Sukabumi sejauh ini masih memperbolehkan dan tidak ada pelarangan melaksanakan Shalat Ied, namun dengan catatan pelaksanaan hanya dilakukan skala mikro, tidak ada pemusatan pelaksanaan Shalat Ied di satu titik dengan jumlah massa besar.

"Bisa melaksanakan salat ied namun setingkat RT atau RW saja. Itupun harus menerapkan protokol kesehatan. Terutama memakai masker dan menjaga jarak," terang Marwan Hamami.(*)

SUKABUMI TERKINI