Kapolri Minta Maaf dan Cabut Telegram Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi

Rabu, 07 April 2021 - 10:09 WIB
Kapolri Minta Maaf dan Cabut Telegram Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi
Kapolri Minta Maaf dan Cabut Telegram Larangan Media Tayangkan Kekerasan Polisi

"Karena semua perilaku anggota pasti akan disorot, jangan sampai ada beberapa perbuatan oknum yang arogan, (dapat) merusak satu institusi, karena itu saya minta agar membuat arahan agar anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan, jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan, masih sering terlihat anggota tampil arogan dalam siaran liputan di media, hal-hal seperti itu agar diperbaiki sehingga tampilan anggota semakin terlihat baik, tegas namun humanis," jelas Sigit.

Menurut Sigit, maksud yang tertuang dalam surat telegram awal dan menimbulkan perbedaan penafsiran dengan insan media merupakan kesalahan persepsi, dalam hal ini bukanlah media melarang meliput arogansi aparat, namun lebih jauh menurut Kapolri, semangat sebenarnya dari telegram itu adalah pribadi personel kepolisian itu sendiri yang tidak boleh bertindak arogan.

"Jadi dalam kesempatan ini saya luruskan, anggotanya yang saya minta untuk memperbaiki diri untuk tidak tampil arogan namun memperbaiki diri sehingga tampil tegas, namun tetap terlihat humanis.

"Bukan melarang media untuk tidak boleh merekam atau mengambil gambar anggota yang arogan atau melakukan pelanggaran," tegas Sigit.

BACA JUGA : Polres Sukabumi Kota Raih Penghargaan Capaian IKPA Terbaik Kemenkeu RI

Kapolri menyampaikan, hingga saat ini, internal Korps Bhayangkara Republik Indonesia masih memerlukan kritik dan saran dari seluruh elemen masyarakat.

Sehingga peran media sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia akan tetap dihormati Polri.

Dengan kerendahan hati Kapolri menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat atas lahirnya perbedaan persepsi terkait dengan surat telegram ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021.

"Kami Polri juga butuh masukan dan koreksi dari eksternal untuk bisa memperbaiki kekurangan kami," kata Sigit.

Oleh karena itu, saya sudah perintahkan Kadiv Humas untuk mencabut STR tersebut," sambung Kapolri.

"Dan sekali lagi mohon maaf atas terjadinya salah penafsiran yang membuat ketidaknyamanan teman-teman media, sekali lagi kami selalu butuh koreksi dari teman-teman media dan eksternal untuk perbaikan institusi Polri agar bisa jadi lebih baik." jelasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI