Kendala Ubah Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan di Kecamatan Cikembar

Kamis, 01 April 2021 - 10:40 WIB
Kendala Ubah Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan di Kecamatan Cikembar
Kendala Ubah Perilaku Stop Buang Air Besar Sembarangan di Kecamatan Cikembar

TatarSukabumi.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi menargetkan 100 persen wilayah terluas kedua se Jawa Bali ini bebas dari 0pen Defecation Free (ODF).

Untuk diketahui ODF merupakan program stop buang air besar sembarangan (BABS) yang tengah digencarkan di 47 Kecamatan se- Kabupaten Sukabumi.

Camat Cikembar, Tamtam Alamsyah, kepada TatarSukabumi.ID menyatakan, wilayah Kecamatan Cikembar siap menyongsong program ini.

Langkah yang dilakukan Cikembar jelang Deklarasi ODF sambung Tamtam, tengah ditempuh beberapa tahapan terkait regulasi dan kebijakan sesuai Instruksi Bupati nomor 1 tahun 2021, selanjutnya dijabarkan dalam Surat Keputusan Camat tentang pembentukan Tim ODF Kecamatan hingga di implementasikan dengan diterbitkannya Peraturan Desa (Perdes) di masing-masing desa sebagai legalitas kelembagaan dan verifikasi data warga yang belum memiliki jamban sehat.

BACA JUGA : Target 60 Persen Kecamatan dan Desa Kabupaten Sukabumi Bebas ODF

Selanjutnya, dilaksanakan pembangunan 25 septic tank bagi warga kurang mampu dengan anggaran dari beberapa sumber salah satunya bantuan sumbangan bertema lelang kebaikan.

"Berdasarkan data ada 141 Kepala Keluarga yang sama sekali tidak miliki jamban sehat, dimana sekitar 22 sudah selesai di bangun, 3 masih dalam proses pembangunan.

"Tahap berikutnya mudah-mudahan bisa membangun 20 titik lagi menjadi 45 pembangunan jamban sehat," ungkap Tamtam.

BACA JUGA : Aplikasi Seemitra Platform Jual Beli Online Karya Anak Sukabumi Unggul di Teknologi dan Mentoring

Bukti keseriusan peran serta Pemerintah Desa mendukung program ODF, dalam kegiatan lelang kebaikan terkumpul 11,2 juta rupiah dari Pemdes sebagai motivasi dan  mendorong swadaya masyarakat.

Disinggung soal kendala dalam mensukseskan program ODF, Camat Cikembar menyebut merubah perilaku dan kebiasaan cukup berat dilakukan, sudah menjadi hal biasa di wilayah Sukabumi membuang limbah MCK langsung ke aliran sungai.

"Memang di wilayah kita masih ada warga mampu tapi dia tidak miliki jamban sehat karena mungkin kebiasaan.

"Untuk hal ini tidak kita beri bantuan tapi kita bersama unsur tim percepatan berikan pemahaman secara intens agar bisa sadar rubah perilaku menjadi hidup sehat dan bersih." jelasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI