Pledoi Kasus 359 Kilo Sabu di Sukabumi Terdakwa Minta Dibebaskan Dari Tuntutan Hukuman Mati

Senin, 15 Maret 2021 - 22:48 WIB
Pledoi Kasus 359 Kilo Sabu di Sukabumi Terdakwa Minta Dibebaskan Dari Tuntutan Hukuman Mati
Pledoi Kasus 359 Kilo Sabu di Sukabumi Terdakwa Minta Dibebaskan Dari Tuntutan Hukuman Mati

TatarSukabumi.ID - Sidang kasus tindak pidana narkotika dengan barang bukti Sabu seberat 359,37 kilogram di Sukabumi memasuki agenda pledoi (pembelaan), Senin (15/3/2021).

Dalam perkara kasus narkotika jaringan internasional yang ditangani Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi ini terdapat 14 orang tersangka.

Dalam kasus ini, 4 terdakwa merupakan Warga Negara Asing (WNA) sementara 10 terdakwa lainnya merupakan warga kebangsaan Indonesia.

13 orang terdakwa dijerat dengan Undang-undang narkotika sementara 1 terdakwa dijerat dengan kasus tindak pidana pencucian uang.

BACA JUGA : 13 Pelaku Jaringan Sabu Internasional TKP Sukaraja Sukabumi Terancam di Hukum Mati

Dalam sidang pledoi yang digelar secara virtual ini, 13 orang terdakwa mengajukan pledoi untuk dibebaskan dari tuntutan, sementara satu orang terdakwa warga negara Indonesia (WNI) meminta keringanan.

"Hasil pledoi itu pembelaan tadi dari masing-masing terdakwa menyampaikan pembelaannya.

"Untuk terdakwa WNI atas nama Risma minta keringanan, kemudian untuk sisanya juga minta keringanan.

"Namun penasehat hukum WNA meminta untuk dibebaskan. Untuk WNA keseluruhan minta dibebaskan menurut pledoi dari kuasa hukumnya," ungkap Humas Pengadilan Negeri Cibadak, Muhammad Zulqarnain, Senin (15/3).

BACA JUGA : Sempat Dihantui, Tengkorak Korban Pembunuhan di Sukabumi Ditemukan Dengan Metode Ritual

Lebih jauh Zulqarnain mengatakan, setelah sidang pledoi terdakwa akan menjalani sidang lanjutan yakni jawaban atas pembelaan (pledoi) yang disebut Replik atau Counterplea, yang diajukan oleh penuntut umum.

Tahapan sidang selanjutnya terdakwa atau penasehat hukumnya melakukan Duplik, yakni jawaban kedua atau biasa disebut dengan rejoinder.

Menurut Zulqarnain, rencana sidang lanjutan akan dilaksanakan pada Kamis 18 Maret 2021 mendatang.

"Nanti atas pledoi ini jaksa menanggapi dalam Replik. Selanjutnya masih ada Duplik yaitu tanggapan terdakwa atau penasehat hukum terhadap Replik. Jadi masih ada satu kali lagi tanggapan terdakwa terhadap Replik, baru setelah itu putusan," jelas Humas PN Cibadak.

BACA JUGA : 7 Fakta Video Viral Pamong Desa Geruduk SMP Negeri 1 Cicantayan Sukabumi Nomor 6 Wajib Baca

Ditempat terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi,  Dista Anggara menyatakan JPU tetap berpegang teguh terhadap Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman mati kepada 13 terdakwa baik untuk terdakwa WNA maupun WNI.

"Kami selalu menjaga integritas,tegak lurus ideologi Pancasila setia pada UUD 1945," kata Dista, Kapala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

Pasal yang kenakan terhadap terdakwa WNA adalah Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) Undang -undang nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan tuntutan pidana mati.

Sedangkan kepada 1 orang terdakwa atas nama Risma Ismayanti diyakini JPU telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Terdakwa diancam menggunakan Pasal 5 ayat (1) junto Pasal 10 UU Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan tuntutan penjara 5  tahun dan denda 1 miliar subsidair (pengganti) 1 tahun kurungan.(*)

SUKABUMI TERKINI