BNNK Sukabumi Bentuk Kampus Bersinar STH Pasundan

Minggu, 07 Maret 2021 - 13:11 WIB
BNNK Sukabumi Bentuk Kampus Bersinar STH Pasundan
BNNK Sukabumi Bentuk Kampus Bersinar STH Pasundan

TatarSukabumi.ID - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan Sukabumi bentuk relawan anti Narkoba dalam program Kampus Bersinar (Bersih Narkoba).

Dalam acara yang dilangsungkan di Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur, Kepala BNNK Sukabumi AKBP Fahmi Cipta Dewantara, program Kampus Bersinar BNNK Sukabumi merupakan salah satu bentuk implementasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan prekursor Narkotika.

Dalam pencegahan dan perang terhadap  peredaran narkotika khususnya di lingkungan kampus, sambung Fahmi, dibutuhkan peran serta institusi pendidikan perguruan tinggi untuk mendeklarasikan diri sebagai kawasan yang bersih dari narkoba.

BACA JUGA : Operasi Pencarian 2 Korban Tenggelam di Palabuhanratu

Lebih jauh menurut Fahmi, Kampus merupakan salah satu barometer yang menjadi perhatian masyarakat.

"Jika pada lingkungan kampus banyak terjerat kasus narkoba dipastikan akan berkurang peminat calon mahasiswa," tegas Fahmi Dewantara.

Hal penting yang harus digaris bawahi, tegas Fahmi, dengan pembentukan relawan anti narkoba, penyampaian informasi P4GN dan prekursor narkotika akan berdampak signifikan bagi unsur kampus.

Sebelum dilantik, relawan anti narkoba STH Pasundan Sukabumi ini diberikan berbagai materi pembekalan terkait narkoba, pengenalan kegiatan relawan anti narkoba, pembentukan karakter, serta pemahaman aspek hukum Undang-undang nomor 35/2009 tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba oleh BNNK Sukabumi.

BACA JUGA : Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi Dipercepat Tahapan Pilkada Dimulai 2023 Anggaran Dibutuhkan 160 Miliar

"Setelah mereka paham, kelak akan menjadi kepanjang tanganan BNN dalam mengkampanyekan bahaya narkoba ke seluruh mahasiswa," ungkap Fahmi.

Kedepannya, Fahmi berharap setiap perguruan tinggi dapat memberikan penguatan kurikulum terkait narkoba.

"Mengingat masalah narkoba terus berkembang sehingga mahasiswa perlu memahami persoalannya.

"Selanjutnya diluar kampus, para relawan anti narkoba nantinya dapat turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemahaman bahaya narkoba guna terwujudnya lingkungan masyarakat bersih serta perang terhadap Narkoba." pungkasnya. (*)

SUKABUMI TERKINI