Konflik Tanah Hibah di Desa Selajambe Cisaat Belum Ada Titik Terang

Jumat, 05 Maret 2021 - 14:12 WIB
Konflik Tanah Hibah di Desa Selajambe Cisaat Belum Ada Titik Terang
Konflik Tanah Hibah di Desa Selajambe Cisaat Belum Ada Titik Terang

TatarSukabumi.ID - Konflik dugaan penyerobotan tanah di Desa Selajambe Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, belum ada titik terang.

Sejumlah keluarga ahli waris didampingi kuasa hukum, datangi Kantor Desa Selajambe pada Rabu (4/3) kemarin, untuk mempertanyakan terbitnya Surat Hibah sebidang tanah seluas 315 meter persegi yang terletak di Dusun Selaawi, Blok Selajambe RT  09/RW 04, Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat.

Keluarga ahli waris menyoal Surat Hibah tertanggal 9 April 2018 yang ditandatangani Kepala Desa Pipin Saripin sekaligus di cap basah Burung Garuda Desa Selajambe ini dibuat secara sepihak.

Dalam Surat Hibah tertulis nama penerima hibah Bubun Bunyamin, namun tidak terdapat tandatangan dari pemilik lahan (penghibah) tersebut.

BACA JUGA : Ada Tandatangan Kades di Surat Hibah Tanah Bakal Jalan Tol Bocimi Keluarga Ahli Waris Gugat Diduga Ada Indikasi Penyerobotan Tanah

Ahli waris dan kuasa hukum merasa kecewa, mengingat pada pertemuan Rabu kemarin, Kades maupun Sekdes tidak dapat ditemui di kantornya.

Keluarga ahli waris dari almarhum Eyang Raden Natarudin ini hanya bertemu dengan Kasi Pemerintahan Desa, Abdul Salam.

Abdul Salam kepada awak media menyebut bahwa dirinya merupakan staf baru di Desa Selajambe.

Perwakilan keluarga mempertanyakan masalah terkait surat pernyataan hibah. Kita sebagai kasi pemerintahan tidak membuat atau membikin surat tersebut atas nama yang telah disampaikan (Bubun).

"Kami dari pihak desa membantah tidak sama sekali mengeluarkan surat tersebut," ujar Abdul Salam kepada TatarSukabumi.ID, Rabu (4/3).

BACA JUGA : DPRD dan Pemkab Sukabumi Sukabumi Sepakat Nabung Dana Cadangan Pilkada 2024 dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru

Terkait bukti Surat Hibah yang  ditandatangani oleh Pipin Saripin, Kasi Pembangunan Desa Selajambe menyatakan permintaan maaf kepada keluarga ahli waris.

"Memang betul, untuk klarifikasi masalah tanda tangan pak Kades itu, kita sampaikan mohon maaf.

"Itu ada kekeliruan, kesalahan, nanti kita klarifikasi," tukasnya.

Selanjutnya Abdul Salam menjanjikan akan dilaksanakan pertemuan dengan pihak Bubun Bunyamin selaku penerima Hibah dan pihak keluarga ahli waris.

"Kita akan ada upaya runding secepatnya bersama masyarakat dua belah pihak.
Mudah-mudahan kita dapat solusinya." ungkapnya.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Selajambe Pipin Saripin.

BACA JUGA : Gali Terowongan Rampok Mini Market dan Ancam Penjaga Toko Dengan Senjata

Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Ahli Waris, Anto Siburian kepada awak media menegaskan, dari segi hukum surat keterangan hibah secara sepihak ini dapat di indikasikan sebagai penyerobotan tanah.

Lebih jauh menurut Anto, jika tidak ada titik terang atas kasus hibah sepihak ini, maka Pihaknya akan melakukan upaya hukum.

"Apalagi didapati informasi bahwa lahan tersebut masuk area pembebasan jalan tol Bocimi.

"Keluarga besar (ahli waris) masih ada, dan sudah membuat surat pernyataan keberatan atas surat pernyataan hibah ini," tegas Anto.(*)

SUKABUMI TERKINI