Wacana Nabung 100 M Dana Cadangan Pilkada 2024 dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Sukabumi

Rabu, 03 Maret 2021 - 14:45 WIB
Wacana Nabung 100 M Dana Cadangan Pilkada 2024 dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Sukabumi
Wacana Nabung 100 M Dana Cadangan Pilkada 2024 dan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi menggelar rapat koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) dan Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Kabupaten Sukabumi di Gedung Pendopo, Selasa (2/3/2021).

Pembahasan dalam rakor kali ini diantaranya membahas rencana akan diterbitkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pembentukan dana cadangan.

Hal tersebut diungkap Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Anjak Priatama Sukma, menurut Dia, Pemkab Sukabumi membutuhkan dana cadangan mengingat akan dilangsungkannya 2 agenda besar dalam 5 tahun kedepan.

"Dalam lima tahun kedepan akan ada kegiatan yang membutuhkan dana besar, pertama Pilkada 2024 kemudian persiapan calon daerah otonomi baru (CDOB). Untuk menghadapi dua kegiatan itu kalau mengandalkan tahun anggaran nanti, APBD dikhawatirkan terganggu," kata Anjak Priatama Sukma kepada TatarSukabumi.ID.

BACA JUGA : Muscab PKB Kabupaten Sukabumi 2021

Lebih jauh Anjak menjabarkan, berkaca dari Pilkada sebelumnya, hajat ini memerlukan anggaran kurang lebih 130 miliar.

Hal penting lain adalah wacana pemisahan Sukabumi Utara dari Kabupaten Sukabumi induk yang dipastikan cukup menelan biaya.

Untuk dua agenda besar tersebut, DPRD dan Pemkab Sukabumi sepakat untuk menyusun strategi salah satunya adalah dengan menyiapkan dana cadangan sebesar 100 miliar.

"Kalau dijawab tahun itu pasti APBD berat makanya dari sekarang menabung untuk dua kegiatan tadi. Mulai nabungnya nanti 2022 bukan dari sekarang tapi peraturannya dibuat per hari ini,"  kata Anjak.

"Dana cadangan CDOB kita rencanakan sampai 2027 dikisaran 60 miliar lalu untuk Pilkada sampai 2024 kita nabung 40 miliar," sambung Dia.

BACA JUGA : Kabiro Kesra Setda Jabar Jabat Pjs Sekda Kabupaten Sukabumi

Disinggung sikap yang diambil Pemkab Sukabumi dalam merespon wacana diterbitkannya Perda Dana Cadangan, Anjak menyatakan secara keseluruhan eksekutif dan legislatif menyepakati rencana ini.

"Respon bidang Tapem menyatakan belum ada kepastian kapan waktu DOB (daerah otonomi baru) mengingat masalah DOB melibatkan pertimbangan provinsi dan pemerintah pusat. Namun tetap harus nabung supaya bila DOB itu terjadi kita sudah saving anggaran.

"Respon BPKAD justru sangat baik dan hal ini (dana cadangan) adalah keinginan mereka dari sekarang nabung supaya nanti tidak terlalu berat," jelas Anjak.

Wacananya, dana cadangan nantinya akan disimpan di Bank dan tidak bisa digunakan sampai pelaksanaan kegiatan Pilkada maupun pembentukan DOB.

"Makanya Perda disusun supaya pasti mulai 2020 kisaran nominal nabung berapa, berikut kajian kajian lainnya." jelasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI