P2TP2A Kabupaten Sukabumi Evakuasi 3 Wanita Calon Pekerja Migran Asal NTB Dari Penampungan di Kebonpedes

Sabtu, 20 Februari 2021 - 01:57 WIB
P2TP2A Kabupaten Sukabumi Evakuasi 3 Wanita Calon Pekerja Migran Asal NTB Dari Penampungan di Kebonpedes
P2TP2A Kabupaten Sukabumi Evakuasi 3 Wanita Calon Pekerja Migran Asal NTB Dari Penampungan di Kebonpedes

TatarSukabumi.ID -  Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan jemput 3 wanita asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diamankan di Kantor Kecamatan Kebonpedes, Jumat (19/2/2021).

Hal ini dilakukan Ketua P2TP2A setelah sebelumnya Polsek Kebonpedes Polres Sukabumi dan Pemerintah Kecamatan Kebonpedes melakukan penggerebekan rumah kontrakan yang diduga dipakai sebagai penampungan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), Jumat (19/2/2021).

Dari dalam rumah kontrakan, Petugas Gabungan berhasil mengamankan 3 orang wanita asal NTB yang siap berangkat menjadi PMI ke Negara Timur Tengah.

Lokasi rumah kontrakan penampungan calon PMI ini berada di kawasan Kampung Ciseke, RT 01/RW 04, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : Perbuatan Bejad Ayah Kepada Anak Kandung di Sukabumi, Yani Jatnika Marwan : Pelaku Lebih Jahat Dari Binatang

Untuk selanjutnya, Istri orang nomor satu di Kabupaten Sukabumi evakuasi ketiga wanita yang diduga sebagai korban ke shelter (penampungan) milik P2TP2A Kabupaten Sukabumi.

Menurut Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi, hingga saat ini Pemerintah masih belum mencabut moratorium, sehingga dipastikan tidak ada pengiriman pekerja migran ke negara Timur Tengah.

Lebih jauh Yani Jatnika Marwan menghimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh ajakan segelintir orang untuk bekerja di luar negeri.

"Kepada masyarakat agar hati hati dan jangan terperdaya dan tergiur gaji yang dijanjikan oleh sponsor atau calo (perusahaan pekerja migran), karena sekarang masih moratorium, jadi tidak ada pengiriman job order yang dibuka di sana (negara Timur Tengah)," tegas Yani Jatnika Marwan, Jumat (19/2).

BACA JUGA : Muhaimin Iskandar Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Nyalindung Sukabumi

Terkait temuan kasus 3 wanita asal NTB di wilayah Kabupaten Sukabumi, dari keterangan ketiga korban yang berhasil diamankan, Yani Jatnika Marwan menilai jika mereka melakukan akan berangkat menjadi PMI dengan jalur non prosedural, mengingat moratorium pelarangan PMI ke Negara Arab.

Untuk selanjutnya, Yani Jatnika melalui Dinas terkait akan melakukan upaya terbaik baik ketiga korban.

"Tindak lanjutnya tentunya kita akan berkoordinasi dengan DP3A dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi," ungkap Yani.

"Walau bagaimana pun saya pikir lebih aman jika mereka kembali ke tempat asalnya," sambung Dia.

"Mungkin nanti dari Dinsos kabupaten Sukabumi akan bekerjasama dengan Dinsos NTB, karena ini urusannya provinsi antar provinsi, maka kita akan berkoordinasi dengan provinsi Jabar," jelasnya.

BACA JUGA : Wanita Asal Nusa Tenggara Barat Ditampung di Sukabumi Diduga Korban Human Trafficking

Ditempat yang sama, Ade selaku perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi kepada TatarSukabumi.ID menyatakan hal serupa, menurutnya calon PMI ini menempuh proses non prosedural.

"Keterangan dari para korban itu kategori prosesnya terindikasi tidak secara prosedural, makanya kita koordinasi dengan P2TP2A, Dinas Sosial dan Pemerintah Provinsi untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah di kabupaten Lombok agar mereka  dipulangkan ke daerah asal," singkatnya.

Sementara itu, Kapolsek Kebonpedes, IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan, penggerebekan dilakukan Pihaknya atas laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas warga dari luar provinsi yang beraktivitas di kontrakan tersebut.

"Dugaan sementara kalau menurut pak Ade dari Disnakertrans, ada unsur-unsur un-prosedural, makanya kami berkooridnasi dengan Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota dan beliau telah menugaskan anggotanya untuk melakukan penyelidikan selanjutnya terkait dengan adanya dugaan tersebut," ungkap Tommy,

Menurut Tommy, Kepolisian masih mendalami kasus ini, apakah ada indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking.

Namun demikian Tommy belum dapat memastikan ada unsur human trafficking dalam kasus ini, Kepolisian masih melakukan pendalaman.

"Untuk penanganan, yang kami amankan tadi adalah Korban dari dugaan sementara kasus tindak pidana perdagangan orang atau human trafficking.

"Kami masih dalami kalau memang ada unsur-unsur yang masuk dalam tindak pidana maka akan kita proses sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku," jelas Kapolsek Kebonpedes.(*)

SUKABUMI TERKINI