Dugaan Pungli Penyalahgunaan Wewenang dan Tindak Pidana Korupsi Program Bantuan Covid Bagi MDT dan Pondok Pesantren di Sukabumi

Kamis, 18 Februari 2021 - 11:12 WIB
Dugaan Pungli Penyalahgunaan Wewenang dan Tindak Pidana Korupsi Program Bantuan Covid Bagi MDT dan Pondok Pesantren di Sukabumi
Dugaan Pungli Penyalahgunaan Wewenang dan Tindak Pidana Korupsi Program Bantuan Covid Bagi MDT dan Pondok Pesantren di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Dugaan pungutan liar (pungli) penyalahgunaan wewenang, hingga dugaan tindak pidana korupsi secara berjemaah terjadi dalam program bantuan operasional bagi Madrasah Diniyyah Takmiliyah (MDT) dan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sukabumi.

Hal ini digaungkan Gerakan Ormas Islam Bersatu (GOIB) Sukabumi dalam audiensi bersama Jajaran Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, Rabu (17/2/2021) kemarin.

Sekjen GOIB Sukabumi, M.Aprizal Adhi Permana usai audiensi yang dilaksanakan di Kantor Kemenag Jalan Raya Pelabuan II, Kecamatan Lembursitu, Sukabumi, kepada awak media menyebut, kehadiran GOIB di Kemenag Kabupaten Sukabumi dipicu oleh sejumlah keluhan yang muncul dari Pimpinan Ponpes dan MDT yang  mendapat bantuan operasional dari Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama tahun anggaran 2020 lalu.

"Apa yang kami lakukan hari ini tidak lain adalah panggilan jihad mencari keadilan.

"Berdasarkan atas apa yang terjadi di lapangan, ditambah hasil pendalaman, didapati temuan yang mengarah kepada indikasi tindak pidana korupsi, dan di beberapa kecamatan ada oknum melakukan tindakan kinerja ke arah penyalahgunaan wewenang," kata M.Aprizal Adhi Permana, kepada awak media, Rabu (17/2).

BACA JUGA : Waduh! Dugaan Pungutan Liar Dana Bantuan Operasional MDT dan Pondok Pesantren di Sukabumi

Lebih jauh Sekjen GOIB Sukabumi menjelaskan, salah satu keluhan datang dari penerima bantuan.

Dari pengakuan penerima bantuan, sambung Afrizal, segelintir oknum meminta sejumlah uang dengan dalih untuk pembelian buku paket dan barang yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 (disinfektan, sand sanitizer).

"Si Oknum berdalih untuk pembelian prokes dan buku paket harus mengembalikan uang sebesar 3 hingga 5 juta rupiah.

"Bilamana tidak mengikuti anjuran dengan sendirinya akan di marjinal-kan hingga ada anggota kami yang dikeluarkan dari group Whatapp Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT)," beber Afrizal.

BACA JUGA : Ribka Tjiptaning : Jangan Hanya Saham dan Investasi yang Dipikir Sementara Rakyat Sekitar Miskin

Kepada awak media Sekjen GOIB tidak menyebut nama terduga pelaku, namun mereka berdalih telah mengantongi sejumlah fakta dan bukti atas dugaan penyelewengan dalam program bantuan Covid-19 bagi Ponpes di Sukabumi.

"Sungguh miris, seharusnya para Ajengan (Kyai) di Pelosok Selatan layaknya diberi tambahan bantuan, bukan sebaliknya malah dipotong," tukasnya.

Mewakili seluruh Ormas GOIB, Afrizal menegaskan pergerakan yang dilakukan murni sebagai jihad mencari keadilan.

"Demi Allah yang kami lakukan adalah syiar agama, Kami tidak mencari popularitas namun tidak lain sebagai kewajiban mencari kebenaran," tegasnya.

Selanjutnya GOIB akan melaporkan dugaan tindak pidana Korupsi ini ke Aparat Penegak Hukum.

Halaman Selanjutnya >>>>

SUKABUMI TERKINI