Terungkap! Hasil Kajian Badan Geologi Pemicu Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi

Rabu, 17 Februari 2021 - 19:04 WIB
Terungkap! Hasil Kajian Badan Geologi Pemicu Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi
Terungkap! Hasil Kajian Badan Geologi Pemicu Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Bencana Pergerakan tanah dalam kurun sebulan terakhir telah memporak-porandakan puluhan rumah dan mengancam ratusan rumah lainnya di 3 wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk diketahui, 3 bencana pergerakan tanah ini terjadi di wilayah Desa Cijangkar dan Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, serta di wilayah Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung Kabupaten Sukabumi.

Pada Minggu (14/2) lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan kajian di lokasi bencana pergerakan tanah yang mengancam sedikitnya 127 rumah dengan 144 keluarga dan 445 jiwa warga Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Sukabumi.

Hari ini, PVMBG menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk melaporkan hasil kajian tim di lokasi bencana, Rabu (17/2/2021).

BACA JUGA : Waduh! Dugaan Pungutan Liar Dana Bantuan Operasional MDT dan Pondok Pesantren di Sukabumi

Imam Santosa selaku Perekayasa Madya  dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral kepada TatarSukabumi.ID menyebut pertemuan ini untuk melaporkan hasil sementara kajian tim di 3 lokasi bencana pergerakan tanah.

Masih kata Iman Santosa, terdapat beberapa faktor pemicu atas terjadinya bencana pergerakan tanah.

"Hasil ini kita sebut hasil kajian sementara, jadi kita masih terus melengkapi data data yang diperlukan," kata Iman.

"Salah satu pemicu bencana pergerakan tanah bisa jadi akibat curah hujan, aktivitas manusia seperti penambangan ada dinamit dan sebagainya, dan kemudian adalah keberadaan Sesar," sambung Dia.

"Memang Sesar Cimandiri ini lokasi nya tidak jauh dari lokasi bencana hanya beberapa kilometer saja. Cuma hasil penelitian kemarin belum menemukan bukti pengaruh Sesar tersebut, untuk sementara," beber Iman Santosa kepada TatarSukabumi.ID, Rabu (17/2).

BACA JUGA : Seorang Angler Hilang Saat Mancing di Sodong Parat Pantai Cikepuh Kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi

Dari sejumlah faktor pemicu bencana pergerakan tanah, menurut Imam, faktor utama penyebab pergerakan tanah di tiga wilayah Sukabumi tersebut, adalah letak geografis perkampungan warga yang berada pada kemiringan lereng,dengan kemiringan 15 hingga 45 derajat.

Faktor lain hasil dari penelitian PVMBG adalah batuan yang secara Litologi di daerah tersebut terbentuk dari Formasi Beser yang terbangun dari batuan vulkanik, dan lava andesit.

Formasi Beser tersebut merupakan batuan kedap air, sementara di bagian atas terdapat tanah pelapukan yang cukup tebal.

"Saat terjadi hujan besar, tanah pelapukan (bagian atas) tidak mampu menahan air, saat air turun ke bawah tertahan batuan kedap air (Formasi Beser) mengakibatkan tanah di atas anjlok atau longsor," jelas Imam.

"Kita sudah melakukan pemetaan bahwa kampung Ciherang dikelilingi pesawahan, bahkan sawah berada di atas lereng pemukiman warga," sambung Dia.

 

"Poin pentingnya adalah memindahkan (relokasi) masyarakat karena wilayah sana sudah tidak mungkin untuk di huni." Tegasnya.(*)

 

SUKABUMI TERKINI