DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Tangan Permasalahan Pembangunan Puluhan Hektare Perusahaan Peternakan Ayam di Gegerbitung

Rabu, 20 Januari 2021 - 14:29 WIB
DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Tangan Permasalahan Pembangunan Puluhan Hektare Perusahaan Peternakan Ayam di Gegerbitung
DPRD Kabupaten Sukabumi Turun Tangan Permasalahan Pembangunan Puluhan Hektare Perusahaan Peternakan Ayam di Gegerbitung

"Nanti akan ada rapat lagi di DPRD untuk rapat lanjutan. Sebenarnya kami itu mendukung dengan adanya investasi ini, tapi kami juga meninta dan memohon dengan segala hormat kepada para pengusaha ini, untuk lebih memperhatikan lingkungan dan warga sekitar, jangan sampai masyarakat kena imbas negatifnya saja," tegas Yudha Sukmagara.

BACA JUGA : Polres Sukabumi Kota Bongkar Kasus Peredaran Narkoba di 5 Kecamatan hingga Lapas Nyomplong

Sementara itu, General Manager (GM) PT Male Karya Prima, Dwi Marsono kepada awak media usai pertemuan menjelaskan, musyawarah ini dilaksanakan untuk meluruskan sejumlah  isu, keluh kesah dan aspirasi masyarakat yang beredar dampak dari pembangunan.

"Sebenarnya di minggu kemarin sudah di rapatkan dan dibentuk suatu komitmen dengan desa-desa yang terkait, dan hari ini kita sampaikan dan diperjelas.

"Jadi, nanti (DPRD) akan mengecek dan mendata bersama-sama dengan dinas terkait. Makanya untuk hasilnya nanti mereka akan mengirimkan surat kepada kita," ujar Dwi.

Masih kata Dia, total luas lahan milik PT Male berkisar 40 hektare, dan rencananya hanya 20 hektare yang akan dibangun kandang ayam yang saat ini dalam proses kontruksi yang telah berjalan 50 hingga 70 persen, sementara sisanya akan dijadikan kawasan penghijauan.

Lebih jauh kepada awak media Dwi  membantah tudingan perizinan yang dimiliki Perusahaan bermasalah.

Bahkan, GM PT Male mengklaim seluruh bentuk perizinan telah dilengkapi Perusahaan.

"Memang sengaja dari kami tidak akan membuka perizinan kepada pihak-pihak yang tidak penting. Namun (nanti) akan kita buka kepada siapa yang berhak mengetahui perizinan," tegasnya.

BACA JUGA : Pemuda Asal Cianjur Terjaring Operasi PPKM di Sukabumi Polisi Temukan Obat Terlarang

Masih kata Dwi, dirinya juga membantah dampak longsor dan terjangan lumpur ke aliran Sungai dan lahan pesawahan warga.

Mengenai keluhan warga akan keruhnya Sungai yang diduga akibat erosi dari cut and field lahan yang nantinya akan didirikan kandang ayam, Dwi memastikan hal tersebut bukan akibat dari proyek pembangunan.

"Hasil pengecekan di lokasi perusahaan kami tidak ada terjadi longsor. Tidak tahu tanah dari mana sehingga air dari sungai itu kotor. Sepengetahuan pihak perusahaan pada beberapa tahun lalu, sebelum ada perusahaan ini, ketika musim kemarau memasuki musim hujan, sungai itu pasti kotor," tukasnya.

Disinggung soal keamanan lahan yang nantinya akan didirikan Peternakan Ayam, Dwi angkat suara.

"Jadi sebelum dibangun ada pengecekan untuk kondisi tanah di lokasi perusahaan, kontur tanahnya aman (tidak menimbulkan dampak). Apabila memang ada dampak dari aktivitas perusahan, maka PT Male akan siap bertanggung jawab," tegasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI