Polres Sukabumi Kota Bongkar Kasus Peredaran Narkoba di 5 Kecamatan hingga Lapas Nyomplong

Senin, 18 Januari 2021 - 18:59 WIB
Polres Sukabumi Kota Bongkar Kasus Peredaran Narkoba di 5 Kecamatan hingga Lapas Nyomplong
Polres Sukabumi Kota Bongkar Kasus Peredaran Narkoba di 5 Kecamatan hingga Lapas Nyomplong

TatarSukabumi.ID - Selama 2 pekan terakhir di bulan Januari 2021, Kepolisian Resor Sukabumi Kota berhasil mengungkap sejumlah kasus peredaran Narkoba di Sukabumi.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni dalam jumpa pers di Mapolres Sukabumi Kota kepada awak media menyebut, dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap, Satuan Fungsi Narkoba Polres Sukabumi Kota berhasil mengamankan 9 orang Tersangka.

Lebih jauh Sumarni menyatakan, Polisi berhasil mengamankan tersangka di 5 Kecamatan, hingga pengungkapan kasus Narkoba dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Nyomplong, Kota Sukabumi.

"Pengungkapan kasus Narkotika, Psikotropika dan Obat-obatan terlarang berhasil diungkap satuan fungsi narkoba polres Sukabumi kota selama dua pekan, sejak akhir Desember sampai dengan sekarang.

"Dengan TKP di beberapa tempat diantaranya di Lapas Nyomplong kota Sukabumi, di Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Kebonpedes, Kadudampit Cikole dan Kecamatan Sukalarang," ungkap AKBP Sumarni, Senin (18/1/2021).

BACA JUGA : Penyekatan di 7 Titik Akses Masuk Sukabumi Warga Luar Kota Dilarang Masuk dan Penutupan Tempat Hiburan

Dari 9 tersangka yang berhasil diamankan, 7 diantaranya mendekam di rumah tahanan (rutan) Polres Sukabumi Kota sementara 2 tersangka merupakan penghuni Lapas Nyomplong Sukabumi.

Total keseluruhan barang bukti yang berhasil diamankan dalam dua pekan ini, diantaranya Narkotika jenis Sabu seberat 3,7 gram, Psychotropika terdiri dari 49 butir pil Alprazolam, 20 butir Calmlet dan 40 butir pil jenis Riklona.

Selain itu Polisi juga mengamankan  obat-obatan berbahaya jenis Tramadol sebanyak 319 butir dan pil jenis Hexymer sebanyak kurang lebih 1767 butir.

BACA JUGA : Polres Sukabumi Kota Tindak Pemotor Bandel Pakai Knalpot Bising

Selain barang haram yang disita, turut diamankan sejumlah barang bukti dari pelaku dalam kasus tindak pidana Narkoba ini.

Adapun barang bukti lain yang berhasil diamankan berupa handphone sebagai alat komunikasi pelaku dalam bertransaksi, tas, timbangan digital, sejumlah uang yang diduga hasil penjualan serta sepeda motor yang digunakan oleh pelaku.

"Mungkin karena bisnis narkotika dan obat-obatan terlarang menggiurkan. Mungkin itu yang menjadi salah satu faktor penyebab pengedar tetap melakukan aksinya, namun walaupun demikian tetap kita ungkap," tegas Sumarni.

Dalam kasus tindak pidana Narkoba ini Pelaku akan dijerat dengan Pasal 111 ayat 1, Pasal 112, dan Pasal 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun.

Pelaku juga bisa dijerat dengan Undang-undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 pasal 196 dan pasal 197 dengan ancaman 12 tahun penjara dan Undang-undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman maksimal 5 tahun.(*)

SUKABUMI TERKINI