Waspada Cuaca Ekstrem BMKG Sebut Puncak Musim Penghujan Terjadi Januari hingga Februari 2021

Kamis, 14 Januari 2021 - 09:12 WIB
Waspada Cuaca Ekstrem BMKG Sebut Puncak Musim Penghujan Terjadi Januari hingga Februari 2021
Waspada Cuaca Ekstrem BMKG Sebut Puncak Musim Penghujan Terjadi Januari hingga Februari 2021

TatarSukabumi.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak Oktober 2020 silam telah memprediksikan jika puncak musim penghujan terjadi pada Januari hingga Februari 2021.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya menyebut, di Bulan Januari 200 sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan.

"Saat ini tercatat sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu 94 persen dari 342 Zona Musim telah memasuki musim hujan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, belum lama ini.

BACA JUGA : Marwan Hamami Siap Divaksin, Inilah Orang yang Wajib Divaksin di Sukabumi

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi pada BMKG, Herizal, menambahkan, sebagian besar wilayah terutama Lampung, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, sebagian wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, Merauke Papua, saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

"Untuk itu, BMKG meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang cenderung meningkat dalam periode puncak musim hujan ini," ungkap Herizal.

Selanjutnya Dwikorita menjelaskan, saat ini hingga 18 Januari 2021 fenomena gelombang atmosfer ekuator MJO (Madden Julian Oscillation) tengah aktif di wilayah Samudera Hindia bagian timur yang berpotensi mensuplai masa uap air dan konvektifitas udara.

Kehadiran MJO dapat ber-superposisi dengan penguatan Monsun Asia yang ditandai semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata.

BACA JUGA : Kecelakaan Maut Warga Lengkong di Ruas Jalan Sukabumi - Bogor

Dikuatkan oleh Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto, menurut Dia hingga 18 Januari 2021 ini, potensi cuaca ekstrem diprediksi dapat terjadi terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua, sehingga perlu diwaspadai.

Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang  dapat membahayakan pelayaran dan penerbangan.

Sebagai upaya mitigasi, BMKG menyampaikan informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari kedepan, agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang.

Halaman Selanjutnya >>>>