Produk Hanjeli Sukabumi Mulai Dilirik Dunia

Jumat, 27 November 2020 - 19:28 WIB
Produk Hanjeli Sukabumi Mulai Dilirik Dunia
Produk Hanjeli Sukabumi Mulai Dilirik Dunia

TatarSukabumi.ID - Hanjeli (Coix lacyma-Jobi L) merupakan sejenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi-padian atau Poaceae.

Hanjeli merupakan nama popular di daerah Jawa Barat (Sunda), untuk nama lazim di Indonesia tanaman ini biasa di sebut Jali atau Jali-jali.

Jenis tumbuhan ini berasal dari Asia Timur dan Malaya, namun sekarang telah tersebar ke berbagai penjuru dunia.

Beberapa varietas memiliki biji yang dapat dimakan dan dijadikan sumber karbohidrat sekaligus obat.

BACA JUGA : Peningkatan Penanaman Modal Dalam Negeri Ditengah Lesunya Penanaman Modal Asing di Sukabumi

Tanaman Hanjeli tumbuh subur di Wilayah Kabupaten Sukabumi salah satunya di Kecamatan Waluran.

Di tangan Asep Hidayat Mustopa salah seorang pegiat tanaman Hanjeli, varietas ini diolah menjadi aneka produk makanan.

Selain diolah sebagai pengganti nasi dan bubur, ditangan Asep, Hanjeli berubah wujud menjadi makanan cemilan Rengginang, Peuyeum (tape), tepung Hanjeli, dan rencananya Asep berinovasi untuk menciptakan Yogurt Hanjeli.

Belakangan ini, produk olahan Hanjeli yang di ciptakan Asep menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal hingga  mancanegara seperti Jepang, Australia, Akita Univesity serta prof Asahi dari Izu Peninsula Geopark.

"Awalnya di Waluran ada sekitar setengah hektar tumbuh tanaman Hanjeli, namun masih tersebar di beberapa tempat, dan kami mulai menanam sekitar 2-3 hektar saat ini" ungkap Asep saat ditemui di Komplek TNI AU Satrad 216 Cibalimbing Surade pada acara Pengenalan pangan lokal Kepada TNI belum lama ini.

BACA JUGA : Bocah 12 Tahun Tenggelam di Curug Ngebul Cikakak Sukabumi

Di acara tersebut Asep memperkenalkan produk Hanjeli kepada Komandan Satrad 216 Cibalimbing dan Dispen AU RI sebagai ketahanan pangan lokal yang patut dikembangkan secara serius.

"Apresiasi dari Komandan Satrad 216 Cibalimbing dan ditindak lanjuti dengan kerjasama untuk uji coba penanaman hanjeli sekitar 1 hektar dan jika hasilnya bagus akan ada penambahan area, yang menjadi Binaan Satrad 216 Cibalimbing" tutur Asep.

Asep optimis dapat memperkenalkan Hanjeli kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Mengenalkan Hanjeli merupakan bagian dari mimpi kami.Cita cita Kami bagaimana Hanjeli menjadi makanan ciri khas Sukabumi dan menjadi pusat edukasi Hanjeli.

"Hanjeli ini bagian dari Bio Diversity yang berada dikawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark ( CPUGG )." ungkapnya.(*)

SUKABUMI TERKINI