Breaking News! Banjir dan Longsor Terjang Wilayah Pajampangan

Sabtu, 14 November 2020 - 22:12 WIB
Breaking News! Banjir dan Longsor Terjang Wilayah Pajampangan
Breaking News! Banjir dan Longsor Terjang Wilayah Pajampangan

TatarSukabumi.ID - Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir dan bencana tanah longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Sabtu (14/11/20).

Hal tersebut diungkap Anggota organisasi komunikasi Radio Antar Penduduk (Rapi) organisasi yang tidak hanya melaporkan namun turun langsung dalam situasi kebencanaan.

Denda anggota Rapi lokal 05 Sukabumi kepada TatarSukabumi.ID mengatakan bencana longsor terjadi di wilayah Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi.

"Tebing longsor terjang bangunan kantor UPK (Unit Pengelola Kegiatan) Kecamatan Cidadap, tepatnya di belakang komplek pasar di Kampung Cibarengkok RT 01/05 Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Kejadian longsor ini kebetulan tepat di depan rumah Saya," ujar Denda kepada TatarSukabumi.ID, Sabtu (14/11).

BACA JUGA : Misteri Jenazah Mr X di Pantai Ujunggenteng Mulai Terkuak

Masih kata Denda, longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB sore tadi, tebing yang berdiri di belakang komplek pasar dengan ketinggian kurang lebih 15 meter ambruk, sementara material longsor menerjang bangunan.

"Tebing dengan ketinggian 15 dan lebar sekitar 10 meter, ambruk menerjang kantor kantor UPK Cidadap, material longsoran menjebol bagian atap hingga ambruk," jelas Denda.

BACA JUGA : Anjak Priatama Sukma Pimpin Gema Keadilan Menangkan Pilkada Sukabumi Hingga Pileg 2024

Tidak hanya longsor, menurut Denda hujan deras sepanjang sore hingga malam ini mengakibatkan sejumlah wilayah mengalami banjir.

"Di wilayah Desa Padasenang ada longsor di jalan arah Cisayar lalu di Ciawi bagian dapur rumah warga tergerus banjir," ungkap Denda.

"Di wilayah Desa Cidadap ada 3 titik bencana longsor, lalu jalan arah Sagaranten ada 3 titik longsor parah hingga menutup ruas jalan dan kendaraan tidak bisa lewat," sambung Dia.

"Namun sampai saat ini belum ada informasi korban." pungkasnya.(*)