Fakta Gempa di Selatan Jawa Barat 25 Oktober 2020

Senin, 26 Oktober 2020 - 15:33 WIB
Fakta Gempa di Selatan Jawa Barat 25 Oktober 2020
Fakta Gempa di Selatan Jawa Barat 25 Oktober 2020

TatarSukabumi.ID - Gempa berkekuatan 5,6 SR dengan titik pusat berada pada koordinat 8,2 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur, pada kedalaman 62 Kilometer di 88 Kilometer arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada Minggu (25/10) pagi kemarin, getaran gempa dirasakan hingga ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat setidaknya 29 bangunan rumah mengalami kerusakan dan 3 korban luka ringan atas bencana ini.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami pada BMKG, Dr Daryono, kepada TatarSukabumi.ID menyatakan Pihaknya tengah mendalami peristiwa gempa yang terjadi pukul 07.56.47 WIB kemarin.

"Gempa ini sangat menarik untuk di cermati, mengingat guncangannya yang berdampak merusak, dan dirasakan hingga jarak yang jauh hingga semarang dan Yogyakarta," ungkap Dr Daryono kepada TatarSukabumi.ID, Senin (26/10).

BACA JUGA : Dalam Sepekan Polres Sukabumi Kota Tangkap 9 Tersangka Kasus Narkoba Barang Bukti 200 Juta Rupiah

Lebih jauh Daryono mengungkap sejumlah fakta terkait peristiwa gempa kemarin.

Faktanya, kata Daryono, lokasi pusat gempa relatif cukup dekat dengan pusat gempa pembangkit tsunami yang terjadi 17 Juli 2006 silam di Pangandaran.

"Pusat gempa 25 Oktober 2020 kemarin terletak di sebelah utara sejauh 131 kilometer dari pusat gempa berkekuatan 7,7 pembangkit Tsunami Pangandaran 2006 lalu yang menelan 668 korban meninggal dunia.

BACA JUGA : Rumah Warga Nyalindung Sukabumi Ludes Terbakar

Fakta kedua sambung Daryono, gempa pada kedalaman 62 kilometer ini diduga dipicu oleh adanya patahan atau deformasi pada badan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

"Bidang kontak antar 2 lempeng ini berada pada kedalaman sekitar 50 kilometer, sehingga jika gempa ini memiliki kedalaman 62 kilometer maka pusat gempa ini berada di bawah bidang kontak antar lempeng," jelasnya.

BACA JUGA : Early Warning Potensi Badai La Nina di Sukabumi

Fakta lainnya, gempa yang terjadi kemarin masuk dalam kategori intraplate earthquake.

Halaman Selanjutnya >>>>