Update Terkini Gempa Bumi yang Mengguncang Sebagian Pulau Jawa

Minggu, 25 Oktober 2020 - 11:17 WIB
Update Terkini Gempa Bumi yang Mengguncang Sebagian Pulau Jawa
Update Terkini Gempa Bumi yang Mengguncang Sebagian Pulau Jawa

TatarSukabumi.ID - Gempa bumi tektonik dengan kekuatan M 5,9 dengan pusat gempa di Pangandaran Jawa barat tidak berpotensi tsunami.

Hasil pemutakhiran BMKG, gempa yang di rasakan sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta pada pukul 07.56.47 WIB tadi pagi memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,6, Minggu (25/10/2020).

Episenter gempa terletak pada koordinat 8,2 Lintang Selatan dan 107,86 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 88 km arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat pada kedalaman 62 kilometer.

BACA JUGA : Gempa Terkini 5.9 SR di Pulau Jawa

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada BMKG, Dr Daryono, kepada TatarSukabumi.ID menjelaskan.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrustfault)" jelas Daryono, Minggu (25/10).

Lebih jauh Daryono mengungkapkan, guncangan gempa dirasakan di daerah Sukabumi, Tasikmalaya, Pangandaran dalam skala intensitas III-IV MMI, Kuningan, Garut, Cilacap dengan intensitas III MMI, Kabupaten Bandung, Kebumen, Kutoarjo, Banyumas, Banjarnegara, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta dengan intensitas II-III MMI,dan di Kota Bandung, Tegal memiliki intensitas II MMI.

BACA JUGA : Early Warning Potensi Badai La Nina di Sukabumi

BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa pagi tadi.

Hingga pukul 08.50 WIB, lanjut Daryono, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya," kata Daryono.

"Masyarakat dihimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa," sambung Dia.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah." Terangnya.(*)