Program Bantuan UMKM Kembali di Buka Kantor Desa Diserbu Masyarakat

Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:09 WIB
Program Bantuan UMKM Kembali di Buka Kantor Desa Diserbu Masyarakat
Program Bantuan UMKM Kembali di Buka Kantor Desa Diserbu Masyarakat

TatarSukabumi.ID - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kembali berbondong bondong datangi Kantor Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkud, Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disebabkan Kementrian Koperasi dan UKM membuka pintu kembali Program Bantuan Usaha Mikro (PBUM)  senilai 2,4 juta rupiah bagi pelaku UMKM.

Hal tersebut dibenarkan, Sekretaris Desa Pondokkaso Landeuh, Ato Nuryawanto, menurut Dia, sejak diumumkan pembukaan kembali program ini oleh Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DPK-UKM) Kabupaten Sukabumi, selama 3 hari terakhir Kantor Desa di serbu masyarakat.

BACA JUGA : Ungkap Kasus Curanmor, Motor yang Hilang Dua Kali Itu Berhasil Kembali Ditemukan Polres Sukabumi Kota

Menurut Ato, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat selama 2 hari ini seluruh staff desa kerja ekstra.

"3 hari ini banyak warga datang untuk mengurus Surat Keterangan Usaha (SKU) serta formulir kelengkapan berkas persyaratan PBUM.

"Untuk mendukung kelengkapan administrasi, beberapa staf desa selama dua hari dua malam ini membuat rekapitulasi data input yang selanjutnya akan dijadikan data Pemdes," ujar Ato, Selasa (20/10/2020).

BACA JUGA : 4 Atlet Parungkuda Bertarung Rebut Tiket Porda Jabar Wakili Kabupaten Sukabumi

Lebih jauh Ato menegaskan, tidak ada pungutan apapun oleh aparatur Desa dalam program ini.

Dalam program PBUM periode pertama di bulan Agustus lalu, Pemdes Pondokkaso Landeuh mencatat 700 orang telah diajukan dalam program bantuan senilai 2,4 juta rupiah ini.

Disinggung awak media terkait jumlah penerima bantuan yang telah mendapat pencairan, Ato angkat suara.

BACA JUGA : Kabar Baik Program Bantuan Usaha Mikro Senilai 2,4 Juta Bagi Pelaku UMKM Kembali di Buka

"Untuk informasi pencairan kami pihak desa sama sekali tidak tahu menahu jumlah penerima," jelasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Popoh Fauzi, Ketua RT 53/RW 01 menyatakan di gelombang kedua ini sedikitnya 15 warga mengajukan bantuan.

"Kami berkomitmen, warga yang mengajukan usulan adalah mereka benar usaha alias tidak fiktif, jadi jangan sampai nantinya kalau ada masalah kami turut terbawa masalah." ungkap Popoh.(*)