APH Pelototi Penyaluran BST Tahap II, Kejari Sukabumi Siap Terima Laporan Bila Ada Pungli atau Potongan Bantuan

Rabu, 09 September 2020 - 09:07 WIB
APH Pelototi Penyaluran BST Tahap II, Kejari Sukabumi Siap Terima Laporan Bila Ada Pungli atau Potongan Bantuan
APH Pelototi Penyaluran BST Tahap II, Kejari Sukabumi Siap Terima Laporan Bila Ada Pungli atau Potongan Bantuan
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II bersumber dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah selesai didistribusikan di 13 Desa se-Kecamatan Cisaat pada Selasa (8/9) kemarin.

Berbeda dengan sistem pendistribusian BST tahap I, pada tahap II pendistribusian dilakukan langsung oleh Pemerintah Desa kepada Masyarakat penerima tanpa melibatkan PT POS.

Namun dalam pendistribusian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi korona senilai 600 ribu rupiah ini, pemantauan dan pengawalan secara ketat oleh Aparat Penegak Hukum (APH) baik dari unsur TNI/Polri, hingga Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA : BST Tahap II Pemkab Sukabumi Telah Cair

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sukabumi, Andreas Tarigan bersama jajaran melaksanakan monitoring penyaluran BST tahap II di Desa Sukamantri menyatakan, Kejari turun langsung ke lapangan guna meminimalisir potensi penyelewengan bantuan.

"Kita melakukan monitoring ke desa-desa, untuk membantu desa dan kecamatan, supaya dapat bekerja dengan nyaman dan bisa meminimalisir adanya pungli-pungli atau pemotongan.

"Kami melakukan upaya preventif, pencegahan, agar tidak terjadi tindak pidana, baik itu pungli, pemotongan, dan sebagainya," ujar Andreas Tarigan.

BACA JUGA : Pleno Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Bupati Sukabumi 2020 KPU Temukan Jumlah Pemilih Menurun 10 Ribu

BST tahap II Pemkab Sukabumi dibagi menjadi 2 periode pendistribusian, dalam periode awal pendistribusian di laksanakan oleh 27 Kecamatan.

Selanjutnya di periode kedua, 20 Kecamatan akan menyusul.

Disinggung terkait sistem penyaluran BST tahap II yang dipecah menjadi 2 kali periode pendistribusian, kepada TatarSukabumi.ID Andreas menjelaskan.

"Nanti kita coba koordinasi dengan pihak yang berkompeten baik dari Dinas Sosial atau pihak lainnya," kata Andreas.

Halaman Selanjutnya >>>>