PPOB BUMDes Bojong Cikembar Mempermudah Masyarakat Melakukan Transaksi Keuangan

Selasa, 08 September 2020 - 09:04 WIB
PPOB BUMDes Bojong Cikembar Mempermudah Masyarakat Melakukan Transaksi Keuangan
PPOB BUMDes Bojong Cikembar Mempermudah Masyarakat Melakukan Transaksi Keuangan
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojong membuka secara resmi loket Payment Point Online Bank (PPOB) guna memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Senin (7/9/2020).

Dalam aplikasi Payment Point Online Bank (PPOB) terdapat 7 pelayanan yang bisa di akses masyarakat diantaranya pembayaran pajak kendaraan, PBB, PDAM, BPJS, PLN, TV kabel, pembelian tiket kereta api, transfer Bank, top-up E-money, Gojek, penjualan pulsa telepon hingga pembayaran angsuran Multi Finance.

Ketua BUMDes Bojong, Risali Nur Taufani, kepada TatarSukabumi.ID disela peresmian PPOB menyatakan inovasi ini dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran.

"Semoga dengan kontribusi semua pihak saya dapat menjalankan PPOB secara amanah agar bisa lebih berkontribusi dan mendekatkan pelayanan pada masyarakat," ungkap Risali, Senin (7/9).

BACA JUGA : Pleno Daftar Pemilih Sementara Pemilihan Bupati Sukabumi 2020 KPU Temukan Jumlah Pemilih Menurun 10 Ribu

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Sukabumi I Cibadak, Yadi Cahyadi, disela penandatanganan kesepakatan (MoU) rencana kerja intensifikasi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) antara P3DW bersama BUMDes Bojong menyatakan support dan dukungannya atas inovasi yang telah dilakukan Pemdes Bojong Kecamatan Cikembar.

Menurut Yadi, banyak didapati kendaraan bermotor berada di pelosok desa, dengan kendala akses layanan yang jauh, sementara Samsat (sistem administrasi manunggal satu atap) hanya ada di Cibadak dan Palabuhanratu,sehingga inovasi PPOB dipastikan dapat membantu Pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan daerah khususnya di sektor perpajakan.

"Sesuai payung hukum yang ada, kerjasama antara Pemprov Jabar dengan Pemkab Sukabumi dalam mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor," kata Yadi.

"Memang kita terbatas layanan maka inovasi melalui pengembangan PPOB yang dilakukan pemerintah desa cukup membantu Pemerintah," sambung Dia.

"PPOB tidak hanya memberikan pelayanan sebatas pembayaran pajak saja, amun semua jenis transaksi bisa dilakukan seperti bayar listrik atau air dan lainnya dan dipastikan program ini bisa mengamankan juga menambah perkembangan usaha desa," beber Yadi.

BACA JUGA : Berhasil Tingkatkan IDM Desa Bojongraharja Diganjar Mobil Aspirasi Kampung Juara

Kepala P3DW berharap, kedepan 47 Kecamatan dengan 381 Desa dan 5 Kelurahan se-Kabupaten Sukabumi dapat menerapkan sistem PPOB.

Untuk mewujudkan hal tersebut, P3DW menjalin koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi dengan  target setiap Kecamatan memiliki satu unit PPOB.

"Harapan kami minimal satu kecamatan terdapat satu desa yang membuka pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Saat ini baru sekitar 9 kecamatan, semoga kelak terdapat minimal satu kecamatan satu PPOB," harap Yadi.(*)