BUMDes Bojong Kecamatan Cikembar Dongkrak Usaha Produktif Masyarakat

Jumat, 04 September 2020 - 20:03 WIB
BUMDes Bojong Kecamatan Cikembar Dongkrak Usaha Produktif Masyarakat
BUMDes Bojong Kecamatan Cikembar Dongkrak Usaha Produktif Masyarakat
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bojong, Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi dalam waktu dekat akan menjalin kerjasama dengan Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) dan perbankan BJB (Bank Jabar Banten).

BUMDes Bojong akan membuka loket Payment Point Online Bank (PPOB) guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan sistem online berkerjasama dengan Samsat dan BJB.

Hal ini diungkap Kepala Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Lahudin kepada TatarSukabumi.ID, Jumat (4/9/2020).

"Bila tidak bergeser waktunya, program ini akan diresmikan Bupati Sukabumi Marwan Hamami Senin (7/9) mendatang," ungkap Lahudin.

BACA JUGA : Penjelasan Kapan Bantuan Sumbangan UMKM Sukabumi Cair

Lebih lanjut Lahudin menjelaskan, selama 6 tahun berdiri, BUMDes Bojong sukses dalam pengembangan sejumlah usaha, diantaranya usaha produktif pengelolaan pasar Desa, Warung BUMDes, dan usaha di sektor Perikanan.

"Keberhasilan ini tidak bisa lepas dari kinerja kepengurusan serta pembinaan dari Pemerintah Daerah, Provinsi maupun Pusat," tutur Kades.

Dalam waktu dekat, BUMDes Bojong akan mengembangkan sektor usaha yang bergerak di bidang  pertanian.

Rencananya, dalam pengembangan usaha pertanian, kelompok tani akan menggarap lahan seluas 100 hektare areal pesawahan produktif.

Untuk jenis prioritas pertanian akan dilakukan berupa pengembangan budidaya Cabai melalui pola kerjasama dengan salah satu pengusaha.

BACA JUGA : Bupati Sukabumi Evaluasi Capaian Program Prioritas Pembangunan Periode Kerja 2016 - 2020

"Program ini melibatkan enam kelompok tani dengan setiap kelompok beranggotakan 15 orang, dimana setiap kelompok itu akan menggarap lahan seluas 2500 meter berikut bantuan permodalan senilai 25 juta rupiah," jelas Lahudin.

"Masyarakat merespon positif program ini, mereka sangat berharap agar secepatnya terlaksana," sambung Kades.

"Agar sukses berkelanjutan, Kami berharap kelompok tani yang tergabung bisa maksimal memanfaatkan program percontohan ini dengan sebaik baiknya," harap Lahudin.

Perlu di ketahui, PADes Bojong tahun 2018 hanya berkisar diangka 30 juta, dan tahun selanjutnya naik menjadi 40 juta.

Dengan pengembangan sejumlah sektor usaha yang dimotori BUMDes Bojong, Lahudin berharap kedepan terjadi peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).(*)