Kades Terjerat Korupsi 1,3 Miliar Apdesi Kabupaten Sukabumi Angkat Suara

Rabu, 26 Agustus 2020 - 18:34 WIB
Kades Terjerat Korupsi 1,3 Miliar Apdesi Kabupaten Sukabumi Angkat Suara
Kades Terjerat Korupsi 1,3 Miliar Apdesi Kabupaten Sukabumi Angkat Suara
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Kabupaten Sukabumi, Deden Deni Wahyudi, turut menyesalkan insiden buruk Mantan Kades Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, yang terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Menurut Ketua para Kepala Desa se-Kabupaten Sukabumi periode kerja 2020 - 2025, Apdesi Kabupaten Sukabumi telah melakukan kerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan instansi terkait sebagai bentuk upaya dalam pencegahan tindak pidana korupsi.

"Kemarin kita telah melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi dan koordinasi dengan pihak terkait," ungkap Deden.

"Namun tentunya tidak semua Kepala Desa yang tersangkut masalah dugaan korupsi bisa kami cegah," tukasnya.

"Dikarenakan masih ada oknum Kades yang diduga sengaja melakukan tindakan korupsi," ungkap Deden kepada TatarSukabumi.ID, Rabu (26/8/2020).

BACA JUGA : Mantan Kades di Sukabumi Diduga Korupsi 1,3 Miliar Inspektorat Soroti TGR Anggaran Desa

Lebih jauh Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi memastikan, terus berupaya melindungi seluruh Kepala Desa untuk terhindar dari jerat hukum sekaligus memberikan pendampingan hukum bagi Kades yang tersandung permasalahan.

"Kita akan mencoba memberikan pendampingan hukum, namun kembali lagi kepada masing masing kepala desanya," ungkap Deden.

Untuk kasus yang menimpa AR mantan Kepala Desa Bantargebang, Kecamatan Bantargadung yang tersandung kasus dugaan korupsi 1,3 Miliar, Deden Wahyudi menyebut dugaan Korupsi yang di sangkakan terhadap AR terjadi di tahun anggaran 2017 dan 2018 sebelum dirinya menjabat sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi.

Meski bukan saat dirinya menjabat, namun Deden Wahyudi memastikan Apdesi Kabupaten Sukabumi secara optimal telah melakukan upaya meminta AR untuk mengembalikan TGR (Tuntutan Ganti Rugi).

"Untuk kasus mantan Kades Bantargebang, beliau sudah kita upayakan untuk mengembalikan TGR berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat, namun yang bersangkutan tidak kooperatif. Selama tenggat waktu yang diberikan yang bersangkutan tidak mau membereskan masalahnya," tutur Deden.

BACA JUGA : Sekolah Mulai di Buka Kembali, Orang Tua Bebas Pilih Belajar di Sekolah Atau Sistem Online

Selaku Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi, Deden menghimbau seluruh Kepala Desa untuk tidak main main dalam melaksanakan ketentuan juklak juknis pengelolaan anggaran keuangan desa.

Hal penting lainnya, Ketua Apdesi Kabupaten Sukabumi meminta instansi terkait lainnya turut bekerjasama dalam upaya pencegahan dan meminimalisir penyelewengan anggaran.

"Mulai dari pengawasan internal dalam tahapan pelaksanaan realisasi anggaran, juga perlunya peran serta seluruh stakeholder mulai dari internal Desa, BPD, Kecamatan, DPMD serta pihak yang terkait lain," harap Deden, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak.

"Semoga kedepan tidak ada lagi kepala desa yang terjerat hukum, di masa kepemimpinan saya, insyaallah akan semaksimal mungkin dapat meminimalisir hal-hal yang tidak di inginkan," tukasnya.

"Dan satu hal lagi, kami Apdesi menginginkan adanya peran Bupati dengan memberikan bantuan hukum dari Pemerintah Daerah supaya Kabupaten Sukabumi semakin baik lagi kedepannya." tegas Deden.(*)