Labirin Batuan Purba Batu Bubut Sukabumi Resmi Dibuka Bagi Wisatawan

Senin, 24 Agustus 2020 - 16:29 WIB
Labirin Batuan Purba Batu Bubut Sukabumi Resmi Dibuka Bagi Wisatawan
Labirin Batuan Purba Batu Bubut Sukabumi Resmi Dibuka Bagi Wisatawan

TatarSukabumi.ID - Hamparan batuan unik yang tertata rapi di lahan seluas 10 hektare resmi di buka bagi wisatawan.

Kawasan batuan purba ini masuk dalam wilayah Taman Bumi Geopark Ciletuh atau tepatnya berada di Kampung Samelang, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Destinasi wisata batuan purba ini dinamai Kawasan Geo Wisata Batu Bubut yang resmi dibuka oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Senin (24/8/2020).

Informasi terhimpun, batuan purba yang berada di Desa Mekar Mukti ini terbentuk dari batuan debu gunung api sekitar 20 juta tahun lalu dibawah permukaan laut yang tersebar dengan bentuk menyerupai labirin.

BACA JUGA : Injury Time Pilkada Sukabumi, PPP Berpotensi Usung Adjo Sardjono dan Artis Jane Shalimar

Menurut Marwan, batuan unik di Kawasan Geo Wisata Batu Bubut sangat luar biasa, situs bebatuan yang masih berada didalam kawasan Geopark Ciletuh- Palabuhanratu ini bisa dijadikan wahana wisata edukasi.

Namun Bupati berharap, destinasi wisata batuan purba ini harus di jaga agar tidak rusak meski banyak dikunjungi wisatawan.

"Potensi ini jarang dimiliki tempat lain. Batuan seperti ini harus dilestarikan, sebab mengandung sejarah peradaban.

"Harus dijaga batuannya. Jangan sampai jadi objek vandalisme ataupun dirusak," ujar Marwan Hamami, Senin (24/8).

BACA JUGA : Kades dan Perangkat Desa Tidak Netral di Pilkada Serentak 2020, Hati-hati Ada Sanksi Denda Hingga Kurungan Penjara

Masih kata Marwan, kawasan wisata akan berdampak positif, terutama mendongkrak perekonomian warga sekitar.

"Masyarakat bisa ikut berjualan di sekitar lokasi wisata yang memberikan nilai tambah terhadap daya tarik wisata," ungkap Marwan.

Hal tersebut diamini, Kepala Desa Mekar Mukti, Deden, menurutnya masyarakat setempat sangat mendukung pemanfaatan batuan purba sebagai kawasan tujuan wisata.

Lebih jauh Deden mengatakan, dari total  lahan 10 hektare, saat ini baru 3 hektare batuan purba yang mulai di kelola dan kedepan akan terus optimalkan.

"Baru 3 hektare dari keseluruhan area yang kita jadikan lokasi wisata," jelasnya.(*)

SUKABUMI TERKINI