Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020

Rabu, 29 Juli 2020 - 06:51 WIB
Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020
Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020
Banner Dalam Artikel

"Rakyat butuh pemimpin yang jujur, memiliki moral tinggi. Kita bisa lihat moral kejujuran bisa ditampilkan masing masing kandidat dengan tidak menampilkan kampanye dengan menggunakan fasilitas negara, tidak melakukan kampanye menggunakan fasilitas uang APBD, serta menggalang massa atas nama kekuatan sebagai incumbent," ungkap Tomi Ardi.

Ditelisik lebih jauh atas pernyataannya, Tomi menyatakan dirinya saat ini mulai  mengendus ada sinyal kurang baik.

"Selalu saja ada, terlihat nampak, bahkan tanpa ragu, tanpa malu, baliho baliho sudah terpasang padahal kan statusnya masih aparatur negara, terlepas dari apakah melanggar atau tidak saya pikir ada instansi yang lebih berwenang

Tetapi intinya moral sebagai Aparatur Sipil Negara harus di jaga, karena ASN memiliki kode etik, (diantaranya) tidak melakukan, menghadiri kampanye, dan tidak memasang foto dalam rangka mencalonkan diri," beber Tomi.

BACA JUGA : PPP Turunkan 15 Ribu Kader Dongkrak Suara Reni Marlinawati di Pilkada Sukabumi 2020

Meski secara terang-terangan mengendus isyarat tidak baik mulai terjadi di Pilkada Sukabumi 2020 ini, Politisi Partai berlambang Ka'bah menyerahkan semua kepada masyarakat Sukabumi untuk bisa menilai.

"Ya kita bisa lihat baliho yang banyak siapa dari beberapa bakal kandidat yang maju, yang ASN aktif kan siapa," kata Dia.

"Kita berpegang teguh kepada prinsip, bahwa salah satu hal yang paling penting dalam memilih pemimpin adalah pemimpin yang bermoral, pemimpin yang memiliki rasa malu, ketika ada abuse of power, conflict of interest, ketika ada konplik kepentingan antara jabatan yang Dia jalankan dengan cita cita politik yang Dia jalankan hari ini." tandasnya.(*)