Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020

Rabu, 29 Juli 2020 - 06:51 WIB
Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020
Koalisi Bersih Endus Potensi Abuse of Power dan Conflict of Interest di Pilkada Sukabumi 2020

TatarSukabumi.ID - Bergabungnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pilkada Sukabumi 2020 mengisyaratkan sengitnya pertarungan politik di pemilihan Bupati Sukabumi 9 Desember mendatang.

Bergabungnya kedua partai dalam wadah Koalisi Bersih (Bersama Reni Marlinawati - Sirojudin Sukabumi Hebat) dengan sosok figur yang diusung mantan politisi wanita wakil rakyat di Senayan dan Ketua KONI itu mampu mengimbangi lawan politiknya di Pilkada Sukabumi mendatang.

Ketua Tim Gabungan (Timgab) Pemenangan Koalisi Bersih, Tomi Ardi, kepada TatarSukabumi.ID usai rapat yang dilaksanakan di Desk Pilkada Markas DPC PPP Kabupaten Sukabumi menyatakan siap all out melibatkan seluruh skuad Partai berlambang Ka'bah dan Banteng ini.

"Dalam tim gabungan official Reni Siroj kita akan memaksimalkan seluruh komponen mulai struktur, tokoh, relawan profesional, komunitas, kita akan maksimalkan itu sebagai roda penggerak kemenangan,"

Hingga jelang pendaftaran di September struktur Partai hingga tingkat terbawah sudah di hidupkan, relawan telah menerima SK mandat menangkan Reni Siroj karena pasangan kandidat ini sangat ideal," ungkap Tomi Ardi, Selasa (28/7/2020).

BACA JUGA : Membaca Langkah PPP dan PDIP di Desk Pilkada Sukabumi 2020

Jumat (24/7) lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi secara resmi menggelar acara Megar Munggaran Milih Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, meski belum masuk dalam arena pertarungan 'sesungguhnya' namun hal mengisyaratkan Pilkada Sukabumi 2020 segera bergulir.

Ketua Timgab Koalisi Bersih mengingatkan, seluruh bakal peserta Pemilukada menghadirkan politik beradab sehingga menghasilkan sosok pemimpin berkualitas yang mampu membawa Sukabumi lebih maju hingga 5 tahun kedepan.

"Marilah kita berkompetisi secara jujur, bermoral, demokratis, tanpa harus melanggar peraturan yang ada, tanpa harus menjadikan kekuasaan yang ada di tangannya untuk kepentingan kepemiluan Dia," tegas Tomi.

BACA JUGA : Menakar Kemenangan Koalisi Bersih di Pilkada Sukabumi 2020

Kepada TatarSukabumi.ID Tomi Ardi menegaskan, ada rambu rambu politik yang berpotensi tinggi tertabrak di musim pesta demokrasi rakyat.

Halaman Selanjutnya >>>>