Membaca Langkah PPP dan PDIP di Desk Pilkada Sukabumi 2020

Selasa, 28 Juli 2020 - 22:42 WIB
Membaca Langkah PPP dan PDIP di Desk Pilkada Sukabumi 2020
Membaca Langkah PPP dan PDIP di Desk Pilkada Sukabumi 2020
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Genderang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sukabumi telah di tabuh.

Koalisi yang telah terbangun antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nampak semakin solid menghimpun kekuatan guna memenangkan perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan Sukabumi ini.

Hari ini, kedua Partai yang memiliki tagline Koalisi Bersih (Bersama Reni Sirod Sukabumi Hebat) mulai menggodok Struktur Tim Gabungan (Timgab) yang sebelumnya telah resmi dibentuk guna membahas rencana aksi pemenangan Pilkada Sukabumi 2020, Selasa (28/7/2020).

BACA JUGA : Menakar Kemenangan Koalisi Bersih di Pilkada Sukabumi 2020

Ketua Tim Gabungan Pemenangan Koalisi Bersih, Tomi Ardi, kepada TatarSukabumi.ID usai rapat yang dilaksanakan di Desk Pilkada Markas DPC PPP Kabupaten Sukabumi menyatakan, saat ini Timgab Pemenangan Reni - Sirod tengah mematangkan rencana aksi pemenangan dengan skenario tahapan cepat, memanfaatkan waktu tersisa jelang Pilkada untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas kandidat.

"Ini menjadi penting untuk memastikan bahwa tim bisa bekerja secara kolektif, menyeluruh, aktif dan penuh tanggung jawab," ungkap Tomi Ardi, Selasa (28/7).

Asumsi yang bergulir dan isu yang berkembang, PPP dinilai masih belum bisa move on dengan hasil Pemilu 2019 lalu, menepis asumsi tersebut, Tomi Ardi angkat suara.

"Hari ini kita sadar posisi PPP di  Sukabumi merupakan Partai besar yang kurang beruntung di Pileg 2019 lalu.

"Sehingga dari kesadaran itu kita berfikir, kita harus bisa memastikan Bupati di Pilkada 2020 harus menjadi milik PPP dalam rangka mengembalikan marwah dan kejayaan partai," tegas Tomi.

BACA JUGA : PPP Turunkan 15 Ribu Kader Dongkrak Suara Reni Marlinawati di Pilkada Sukabumi 2020

Lebih jauh Tomi memastikan, hasil Pemilu 2020 secara eksplisit tidak memiliki korelasi langsung terhadap hasil Pilkada.

"Hasilnya akan berbeda dengan Pemilu, mengingat Pilkada lebih dominan menonjolkan sosok figur dari kandidat," jelasnya.

Halaman Selanjutnya >>>>