Marwan Minta PWRI Bantu Sosialisasi Zonasi dan Aturan Idul Adha Ditengah Pandemi

Selasa, 28 Juli 2020 - 18:12 WIB
Marwan Minta PWRI Bantu Sosialisasi Zonasi dan Aturan Idul Adha Ditengah Pandemi
Marwan Minta PWRI Bantu Sosialisasi Zonasi dan Aturan Idul Adha Ditengah Pandemi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Bupati Sukabumi, Marwan Hamami hadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Persatuan Wredhatama Republik Indonesia (PWRI) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang dilaksanakan di GOR PGRI Kecamatan Gegerbitung, Selasa (28/7/2020).

Peringatan yang mengusung tema Bersama Bangsa Indonesia Memantapkan Pancasila Sebagai Falsafah Hidup Bangsa dan Dasar Negara, Ketua PWRI Kabupaten Sukabumi, Bambang mengatakan, berbeda dengan HUT PWRI yang biasanya dilaksanakan di Gedung Pendopo, di masa pandemi Covid-19 ini perayaan dibagi di beberapa wilayah diantaranya Kecamatan Gegerbitung, Warungkiara, dan Nyalindung.

"Begitu masuk di check suhu tubuh, kemudian cuci tangan, dan menggunakan masker. Perhatian pak Bupati perlu kita syukuri," ungkap Bambang, Selasa (28/7).

BACA JUGA : KNPI Gunungguruh Ikut Andil Sukseskan Pembangunan Rutilahu Program BSPS Kementrian PUPR

Ditempat yang sama, Marwan Hamami yang juga menjabat sebagai Pembina PWRI mengatakan, organisasi yang beranggotakan abdi bangsa yang telah purna bhakti, namun tetap organisasi ini memberi dampak positif bagi kemajuan Pemkab Sukabumi.

"PWRI merupakan kelembagaan yang memberikan dampak positif. Bahkan, anggota PWRI bisa ikut berperan dalam mewujudkan program pembangunan termasuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang belum terjawab oleh Pemkab Sukabumi," ungkap Marwan.

Lebih jauh Marwan mengatakan, keberadaan PWRI membantu pemerintah dalam mensosialisasikan upaya pencegahan Covid 19 di masyarakat.

"Peran PWRI dalam sosialisasi akan signifikan. Sebab, sudah berpengalaman melakukan kegiatan kemasyarakatan sebelumnya" ucapnya.

BACA JUGA : Berani Lawan Arus Siap-siap Kena Tilang Operasi Patuh Lodaya Polres Sukabumi Kota

Dikesempatan yang sama Bupati mensosialisasikan kebijakan baru protokol penentuan zonasi dan pelaksanaan Idul Adha.

Menurut Marwan, sistem zonasi  yang awalnya berdasarkan Kota/Kabupaten diubah menjadi per Kecamatan.

"Semisal di Kabupaten Sukabumi ada 47 Kecamatan dan satu yang terpapar, maka wilayah yang satu itu di lock down, selebihnya tidak.

"Salat Idul Adha bisa dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. demikian juga penyembelihan hewan kurban, harus di check setiap orang yang terlibat. Selain itu alat yang dipakai harus disterilkan terlebih dahulu," jelas Marwan.(*)