KPU Tabuh Genderang Tanda Pelaksanaan Pilkada Sukabumi 2020 Bergulir

Jumat, 24 Juli 2020 - 19:40 WIB
KPU Tabuh Genderang Tanda Pelaksanaan Pilkada Sukabumi 2020 Bergulir
KPU Tabuh Genderang Tanda Pelaksanaan Pilkada Sukabumi 2020 Bergulir
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi menggelar acara bertajuk Megar Munggaran Milih Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Jumat (24/7/2020).

Acara yang menandai awal dari pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi ini dihadiri Pramono Ubay Tantowi selaku Komisioner KPU - RI.

Kepada awak media Pramono menyatakan, ada yang beda dalam pelaksanaan Pilkada 2020, menurut Dia seluruh tahapan harus dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid-19 dalam seluruh tahapan Pilkada 2020.

"Misalnya di tahapan kampanye, jumlah pesertanya dibatasi, siapa yang boleh hadir juga dibatasi, jadi proses pemilihannya juga akan berbeda dengan Pemilu dan Pilkada sebelumnya," kata Pramono.

"Untuk sistem pemungutan suara masih secara manual, namun yang membedakan di Pilkada ditengah pandemi Covid-19 nantinya pemilih diberikan sarung tangan sekali pakai, waktu pencoblosan yang diatur jamnya di TPS, dan memakai masker," sambung Dia.

"Untuk masker dihimbau pemilih mengunakan sendiri-sendiri kalau sarung tangan plastik sekali pakai itu disiapkan penyelenggara (KPU)," jelas Pramono kepada awak media, Jumat (24/7).

BACA  JUGA : SPN Tuding Ada Dugaan Malpraktek Medis di RS Sekarwangi Sukabumi, IDI Siap Gelar Majelis Etik Kehormatan Kedokteran

Terjadi pembengkakak anggaran di Pilkada 2020 ini, menurut Pramono, KPU - RI telah mengajukan penambahan anggaran untuk pemenuhan penyelenggaraan Pilkada baik ke Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

"Untuk memenuhi protokol kesehatan, maka otomatis di pilkada 2020 di seluruh wilayah akan terjadi peningkatan kebutuhan anggaran," jelas Dia.

Disinggung awak media ditengah masa pandemi Covid-19, mepetnya waktu penyelenggaraan dan masih kurang masifnya sosialisasi Pilkada, KPU RI optimis KPU tingkat daerah harus bisa mempertahankan jumlah partisipan pemilih.

"Kita percaya tingkat partisipan pemilih akan stabil tidak akan mengalami penurunan signifikan, saat ini KPU baru mau melakukan sosialisasi lagi. Sehingga informasi yang didapatkan masyarakat pada saatnya akan cukup tinggi. Kita masih percaya kita masih punya waktu 5 hingga 6 bulan kedepan tingkat partisipan pemilih masih bisa dipertahankan," tegasnya.

BACA JUGA : Mantan Ketua Nasdem Pindah Hati ke PDI Perjuangan, Winda Ambarsari : Saya Pindah Ada 'Gerbong' yang Ikut

Ditempat yang sama, Ferry Gustaman selaku Ketua KPU Kabupaten Sukabumi menyatakan  secara teknis KPU Kabupaten Sukabumi akan menjalankan Per KPU nomor 6 tahun 2020 tentang Pilkada ditengah pandemi.

"Jadi setiap apa yang kita lakukan harus memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sekali," ungkap Ferry.

Sesuai harapan KPU-RI, Ferry memastikan Pihaknya optimis bisa meningkatkan partisipan pemilih.

Sebelumnya KPU Kabupaten Sukabumi menargetkan angka partisipan pemilih Pilkada 2020 mencapai target 77,5 persen atau lebih meningkat dibanding Pilkada 2015 lalu.

"Kita optimis karena berkaca di Pemilu kemarin mencapai target 70 persen lebih, tentunya hal itu jadi pemicu dan semangat kami untuk meningkatkan partisipan pemilih," jelas Dia.

BACA JUGA : APRI Dorong Pemerintah Segera Legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat di Sukabumi

Hal lainnya terkait sosialisasi Pilkada yang masih kurang masif, Ketua KPU mengaku optimis dapat meningkatkan partisipan pemilih dengan bantuan platform media sosial Facebook dan Instagram.

"Kita punya akun baik di facebook baik IG kami menghimbau masyarakat untuk setiap hari melihat akun akun kita tersebut," ungkap Ferry.

Dalam acara ini, nampak hadir Ade Setiawan selaku Asisten Daerah (Asda) bidang Pemerintahan dan Sosial Kabupaten Sukabumi mewakili Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Menurut Ade, launching Pilkada ini menandakan kesiapan Pemkab Sukabumi beserta jajaran pelaksana Pilkada untuk melaksanakan Pilkada di tahun 2020.

Lebih jauh Asda menyatakan, Pemilihan Bupati tahun 2020 sangat luar biasa yang dilangsungkan ditengah pandemi Covid-19 namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat yang tidak bisa ditawar.

"Kita berharap Pilkada ini tidak hanya berlangsung jujur, adil, aman, damai, tapi juga harus sehat, selamat dan aman," tegas Ade.

"Dalam hal sosialisasi harus lebih intensif ditingkatkan. Salah satu tugas pemerintah adalah sosialisasi selain dilakukan seluruh unsur KPU, jadi saya pikir kuncinya di sosialisasi," sambung Dia.

"Pak Bupati berpesan Pilkada ini harus berlangsung damai, jujur, adil, demokratis, aman dan sehat bagi semuanya," beber Ade Setiawan.(*)