Bimtek Apdesi Cikembar Keberhasilan Pembangunan Desa Tergantung Manajemen Pengelolaan Anggaran

Kamis, 02 Juli 2020 - 11:36 WIB
Bimtek Apdesi Cikembar Keberhasilan Pembangunan Desa Tergantung Manajemen Pengelolaan Anggaran
Bimtek Apdesi Cikembar Keberhasilan Pembangunan Desa Tergantung Manajemen Pengelolaan Anggaran
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Ketua DPK Asosiasi Perangkat Desa (Apdesi) Kecamatan Cikembar kabupaten Sukabumi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Bojong Raharja, Henhen Suhendar menyatakan keberhasilan pembangunan sebuah desa tergantung pada manajemen pengelolaan anggaran.

Hal ini diungkap Henhen disela kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tata kelola keuangan desa yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Sukabumi.

"Dengan bimtek ini wawasan kita bertambah tentang pengelolaan dana desa, soalnya beresiko, ketika pengelolaannya salah, resikonya jabatan kita dan juga pembangunan desa," ungkap Henhen, Rabu (1/7/2020).

BACA JUGA : Dalam Sepekan 2 Motor Raib Digondol Maling di Simpenan Sukabumi

Henhen berharap, kedepannya DPMD dan Inspektorat Kabupaten Sukabumi dapat lebih meningkatkan kerjasama khususnya berbagi informasi terkait tata kelola keuangan desa yang baik.

"Jangan sampai ada masalah baru ada penyelesaian dengan inspektorat, lebih baik dari awal kita di bimbing lah , semoga dengan bimtek menjadi sarana pembimbingan khususnya untuk 10 desa  wilayah Cikembar," ungkapnya.

Bimtek yang disponsori oleh Bank Jabar Banten (BJB) sambung Henhen, setiap Desa diberi bantuan operasional sebesar 300 ribu rupiah.

"Kita dikasih perorang seratus ribu jadi tiga orang Kades Sekdes dan Bendahara Desa dari Bjb kita dikasih tiga ratus ribu rupiah." Jelasnya.

BACA JUGA : Apdesi Kalapanunggal Minta Peningkatan Tunjangan Kepala Desa

Ditempat yang sama, Kepala Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Lahudin menambahkan, materi pembahasan bimtek ini adalah memberikan arahan dan bimbingan khususnya kepada Aparatur Desa yang baru menjabat.

"Kami khususnya desa Bojong sebagai desa pemula bisa lebih baik dalam pengelolaan APBDes serta transparansi pengelolaan keuangan, itu yang diharapkan," ungkap Lahudin.

Selain mendapat wawasan dalam pengelolaan anggaran sambung Lahudin, kegiatan ini menjadi ajang forum silaturahmi antar kepala desa, sekdes dan bendahara untuk bertukar pengalaman dalam pembangunan Desa.

"Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan minimal satu tahun sekali, agar kami lebih berhati-hati dalam bentuk penggunaan anggaran sesuai tupoksi." tandasnya.(*)