Kasus Perilaku Menyimpang, Korbannya Bocah Dibawah Umur di 2 Kecamatan Sukabumi

Selasa, 30 Juni 2020 - 07:31 WIB
Kasus Perilaku Menyimpang, Korbannya Bocah Dibawah Umur di 2 Kecamatan Sukabumi
Kasus Perilaku Menyimpang, Korbannya Bocah Dibawah Umur di 2 Kecamatan Sukabumi

TatarSukabumi.ID  - Kasus dugaan pencabulan terhadap bocah remaja di bawah umur dengan korban puluhan bocah di dua Kecamatan di Sukabumi viral di media sosial.

Informasi yang berhasil dihimpun TatarSukabumi.ID, terduga pelaku berinisial FCR usia 23 tahun warga Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Sukabumi.

Saat ini terduga pelaku telah diamankan aparat Kepolisian Polres Sukabumi pada Minggu (28/6) kemarin.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, Dia membenarkan salah seorang warganya diamankan Kepolisian atas dugaan tindak pencabulan.

BACA JUGA : Niat Wisata ke Pantai Kunti, Perahu Pengangkut Puluhan Wisatawan Bogor Tenggelam di Ciletuh Sukabumi

"Untuk info yang lebih akurat silahkan berkoordinasi dengan Kepolisian bidang pemberdayaan perempuan dan anak Polres Sukabumi," ungkap Dirja, Kepada TatarSukabumi.ID, Senin (29/6/2020).

Lebih jauh Dirja menjelaskan, Pemdes Pulosari belum belum dapat memastikan jumlah pasti korban khususnya yang berasal dari wilayah Kalapanunggal maupun dari wilayah Kecamatan Kabandungan.

"Hingga saat ini masih dalam proses pengembangan Polres Sukabumi.

"Belum ada laporan dari penyidik berapa jumlah keseluruhan korban," jelas Dirja.

BACA JUGA : Bendera di Bakar! PDI Perjuangan Gelar Aksi di Ibu Kota Sukabumi

Disinggung keseharian Pelaku, Dirja mengaku belum menerima adanya laporan warga tentang peringai buruk dari FCR.

"Tidak ada laporan kepada pihak kami adanya kejanggalan dari pelaku,"imbuh Kades.

"Tak ada kejanggalan pada keseharian pelaku, sehingga tidak ada kecurigaan baik dari warga maupun pihak aparat setempat," jelasnya.

Atas nama Pemerintah Desa, Dirja menghimbau warga untuk lebih meningkatkan perhatian terhadap lingkungan sekitar untuk mempersempit ruang gerak terhadap perilaku penyimpangan.

"Kami akan melakukan langkah preventif demi tidak menyebarnya perilaku menyimpang, kami meyakini ini adalah penyakit yang bisa menular, kami akan memanggil tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama untuk menutup ruang gerak penyebaran perilaku tersebut"pungkas Dirja.(*)