Harga Sayuran di Sukabumi Semakin Anjlok

Minggu, 28 Juni 2020 - 16:17 WIB
Harga Sayuran di Sukabumi Semakin Anjlok
Harga Sayuran di Sukabumi Semakin Anjlok
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Dampak Virus Corona dirasakan merusak sendi perekonomian masyarakat dari pelbagai kalangan.

Kesulitan akibat dampak Virus asal Wuhan ini cukup dirasakan nyaris seluruh masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

Kegalauan dirasakan Petani di kawasan Kabandungan Sukabumi penghasil komoditas cabai merah besar.

Pasalnya saat ini, harga cabai merah besar di tingkat Petani dipatok dengan harga 10 ribu hingga 12 ribu rupiah per kilogram.

Padahal sebelum pandemi Covid-19, harga Cabai merah besar mencapai 45 ribu rupiah per kilogramnya.

BACA JUGA : Objek Wisata Kawahratu TNGHS Ditengah Pandemi

Petani Cabai Merah Besar asal Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Subadri mengatakan, terjadinya penurunan harga cabai merah besar ini, dirasakan sejak terjadi pandemi.

Menurut Badri, saat ini permintaan cabai merah besar di tingkat pedagang semakin menurun.

Padahal sebelumnya permintaan cabai merah besar di tingkat pedagang cukup tinggi.

"Kemarin, harganya sempat naik karena permintaannya banyak, sekarang udah turun sejak virus corona," keluh Badri, Minggu (28/6/2020).

BACA JUGA : Keunikan Gunung Rompang Sukabumi Bukit Mengeluarkan Suara Bukit Punggung Kuda Hingga Panenjoan dan Situs Cagar Budaya

Warga Kampung Pajagan ini juga mengungkapkan, meski harga cabai merah besar kini mengalami penurunan, dengan pola tanam tumpang sari dengan tanaman lain, dirinya mengaku tidak merugi.

"Hanya saja untungnya sedikit berkurang dari sebelum adanya wabah virus Corona," ungkapnya.

Sementara itu, Riyan, salah seorang pengepul sayur di Kabandungan  mengutarakan, harga beberapa komoditas seperti cabai besar hijau  mengalami penurunan sejak adanya wabah virus corona.

"Yang semua dijual 20 ribu rupiah per kilo, kini menjadi 5 hingga 10 ribu rupiah perkilo," ungkapnya.

"Sedangkan, cabai merah keriting yang semula harganya mencapai 25 ribu rupiah per kilo kini menjadi 8 ribu rupiah perkilo," sambung Riyan.

"Untuk tomat yang semula 7 ribu rupiah per kilo, kini menjadi 5 ribu rupiah perkilo." jelasnya.

Dia berharap wabah virus corona ini segera berakhir, sebab sejak menyebarnya virus dari Wuhan ini penjualan komoditas sayur mayur tidak normal dan cenderung semakin menurun.(*)