Ditengah Pandemi Covid-19 Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Gelar Bimtek Kades

Senin, 22 Juni 2020 - 19:59 WIB
Ditengah Pandemi Covid-19 Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Gelar Bimtek Kades
Ditengah Pandemi Covid-19 Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi Gelar Bimtek Kades
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 381 Desa se-Kabupaten Sukabumi, Senin (22/6/2020).

Ditengah pandemi Covid-19 pelaksanaan Bimtek ini dilaksanakan di Aula Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi, Jalan Karang Tengah nomor 456 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Ditemui disela Bimtek, Ojang Afandi Kepala Desa Jambenenggang Kecamatan Kebonpedes kepada awak media mengatakan Bimbingan Teknis yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat dalam pembahasan pengelolaan anggaran keuangan Desa.

"Banyak anggaran Desa yang digeser baik untuk penanganan Covid-19 maupun bagi BLT (Bantuan Langsung Tunai) dari anggaran Dana Desa.

"Sehingga Kejaksaan, DPMD dan Inspektorat mengawal Pemerintah Desa agar tidak salah langkah dalam realisasi maupun pengaplikasian pelaksanaan kegiatan baik Covid-19 maupun BLT," ungkap Ojang, Senin (22/6).

BACA JUGA : Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Bupati Sampaikan Nota Jawaban atas Raperda Koperasi, RDTR, Retribusi Kendaraan dan P4GN

Setiap Pemerintahan Desa sambung Ojang, masing masing menghadirkan 3 orang mulai dari Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Bendahara Desa dalam bimtek kali ini.

"Kepala Desa, Sekdes dan Bendahara diajak berdiskusi dalam rangka pengelolaan anggaran desa termasuk isu isu lain di luaran," tutur Ojang.

Disinggung awak media apakah terdapat regulasi baru yang dibahas dalam Bimtek kali ini, Ojang angkat suara.

"Tidak ada regulasi baru yang dibahas dalam bimtek ini.

"Hanya ada beberapa sistem baru seperti Sitanti, ada sistem pengelolaan anggaran yang diluncurkan DPMD Kabupaten Sukabumi, dengan sistem ini pastinya akan memudahkan pemerintah desa dalam mengakses kegiatan maupun melakukan laporan semua sudah serba online dalam sistem tersebut," beber Ojang.(*)