Pemilihan Bupati Sukabumi 2020 Ditengah Pandemi, Keselamatan Rakyat Dipertaruhkan

Minggu, 14 Juni 2020 - 10:48 WIB
Pemilihan Bupati Sukabumi 2020 Ditengah Pandemi, Keselamatan Rakyat Dipertaruhkan
Pemilihan Bupati Sukabumi 2020 Ditengah Pandemi, Keselamatan Rakyat Dipertaruhkan

TatarSukabumi.ID - Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 ditengah pandemi Covid-19 dinilai memiliki tingkat resiko tinggi.

Hal ini akan berdampak buruk mengingat jumlah kasus penyebaran virus asal Wuhan masih terus mengalami peningkatan.

Indonesia Controlling Community (ICC) yang dimoderatori Ilwan F. Nehe menggelar ruang diskusi secara virtual dengan mengusung tema Prospek Demokrasi di Era Normal Baru, Sabtu (13/06) kemarin.

BACA JUGA : DPRD Soroti Jalan Rusak 7 KM Cikarang - Cidolog dan Dampak Corona Terhadap UKM dan Petani Sukabumi

Salah satu pemantik, I Gede Hendra Juliana sebut timbul kekhawatiran jika penyelenggara pesta demokrasi tingkat daerah ini tidak bisa melakukan sosialisasi dan edukasi yang benar terhadap masyarakat terkait prosedur serta tata cara pemilihan ditengah Pandemi, hal ini bisa menjadikan penyebaran Covid-19 akan semakin masif.

Selain itu, pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi dinilai akan menyebabkan melonjaknya anggaran Pilkada mengingat setiap TPS membutuhkan pasilitas alkes (alat kesehatan) diantaranya APD (Alat Pelindung Diri).

"Peluang melakukan money politik bagi pasangan calon juga semakin tinggi mengingat kesulitan ekonomi yang tengah dihadapi masyarakat. Sehingga paslon akan memanfaatkan momentum itu untuk membeli hak suara masyarakat" ungkap I Gede Hendra Juliana.

BACA JUGA : Anggaran Covid-19 Sukabumi, Sekda : Wajar Ada yang Mengkritisi, Kita On The Track

Hal penting lainnya, partisipasi masyarakat berpotensi mengalami penurunan.

"Masyarakat enggan mempertaruhkan kesehatan bahkan nyawanya untuk datang ke TPS karena Covid-19 belum menghilang," tandasnya.

Pembicara lainnya, Dewex Sapta Anugrah mengatakan situasi new normal (normal baru) merupakan tantangan baru .

Sebagai generasi muda sambung Dewex,  harus memiliki kepedulian dan kesadaran untuk turut andil berpikir bagaimana nasib masyarakat yang terlibat dalam Pilkada nanti.

Bukan hanya protokol kesehatan saja yang wajib diperhatikan baik oleh negara maupun penyelenggara Pemilu, tetapi bagaimana masa depan demokrasi Indonesia kedepan, tegas Dewex.

"Karena tantangan kita sebagai bangsa bukan hanya pandemi ini, melainkan proses demokrasi yang harus sesuai dengan azas Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia. Sehingga demokrasi ini tidak hanya di maknai dalam proses demokrasi politik saja" ujar Dewex.

Halaman Selanjutnya >>>>