Rapid Test Sebelum Shalat Jumat di Cibadak dan Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

Jumat, 05 Juni 2020 - 14:53 WIB
Rapid Test Sebelum Shalat Jumat di Cibadak dan Wajib Jalankan Protokol Kesehatan
Rapid Test Sebelum Shalat Jumat di Cibadak dan Wajib Jalankan Protokol Kesehatan

TatarSukabumi.ID - Kecamatan Cibadak masih berada dalam zona kuning penanganan Covid-19, hal ini menjadikan daerah yang memiliki julukan sebagai Kota Nayor ini masih melaksanakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Parsial Kabupaten Sukabumi hingga 12 Juni mendatang.

Meski masih berada dalam status PSBB, seluruh Masjid Jamie di wilayah Kecamatan Cibadak tetap buka untuk melaksanakan shalat Jumat.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID, jelang pelaksanaan ibadah shalat Jumat kali ini, Pemerintah Kecamatan Cibadak melakukan screening rapid test Covid-19 setidaknya di 2 Masjid besar kawasan Cibadak, Jumat (5/6/2020).

BACA JUGA : Pemerintah Kecamatan Kebonpedes Terapkan Skenario Jama'i Hadapi Babak Baru New Normal Covid-19

Ditemui di Masjid Assalam  Karangtengah, Camat Cibadak, Lesto Rosadi kepada awak media mengatakan test cepat Covid-19 yang dilaksanakan di sarana peribadatan ini merupakan screening gelombang kedua dan rencananya kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di sarana publik lainnya.

"Rapid test ini merupakan tahap kedua dan alhamdulilah para ulama mendukung penuh rapid test ini, mereka mendukung dan semata mata sadar bahwa mata rantai Covid-19 harus diputus.

"Mudah mudahan hasilnya non reaktif semua, sehingga masyarakat dapat bebas melaksanakan shalat jum'at dan beribadah lainnya dengan tenang, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan tentunya," ungkap Lesto, Jumat (5/6).

BACA JUGA : Kasus Narkoba Sabu Terbesar di Sukabumi 402 Kilogram, Polisi Berhasil Selamatkan 1,6 Juta Jiwa

Disinggung awak media dengan masih adanya perdebatan dan isu di Masyarakat khususnya terkait masalah peribadatan, Lesto angkat suara.

"Seperti hal nya jika kita lihat di Mekah Masjid Nabawi, mereka melaksanakan peribadatan dan tetap menjalankan protokol kesehatan, rata rata 1 meter jarak depan belakang kiri kanan dan pakai masker.

"Kita rata rata berkiblat ke Mekah, mereka saja sudah melaksanakan protokol kesehatan masa kita tidak melaksanakan. Pemerintah tidak pernah melarang beribadah, yang penting protokol di pakai," tukasnya.(*)