Polres Sukabumi Bongkar Kasus Penggelapan Modus Rental Mobil di Palabuhanratu

Kamis, 04 Juni 2020 - 15:24 WIB
Polres Sukabumi Bongkar Kasus Penggelapan Modus Rental Mobil di Palabuhanratu
Polres Sukabumi Bongkar Kasus Penggelapan Modus Rental Mobil di Palabuhanratu

TatarSukabumi.ID - Satuan Reskrim Polres Sukabumi berhasil mengungkap kasus tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor.

Dalam kasus ini, Polisi berhasil mengamankan 1 orang Pelaku bersama 9 unit kendaraan roda 4 berbagai tipe sebagai barang bukti.

Sementara itu 1 Pelaku lainnya saat ini masih dalam proses pengejaran pihak Kepolisian.

BACA JUGA : Polisi Bongkar 420 Kilo Sabu Jaringan Narkotika Internasional di Sukaraja Sukabumi

Wakapolres Sukabumi, Kompol Sigit Rahayudi, didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadila, dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi menyatakan, penyelidikan kasus penggelapan ini didasari dari Laporan Polisi LP/B/105/V/2020/DA JBR/RES SKI tanggal 21 Mei 2020 tentang dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHP.

Adapun tersangka yang berhasil ditangkap dalam kasus tersebut DS (Pria) usia 42 tahun, warga Kampung Nanggewer, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan satu tersangka lainnya W masih menjadi DPO," ungkap Kompol Sigit Rahayudi, Kamis (4/6/2020).

BACA JUGA : Marwan Hamami di Mata Ribka Tjiptaning : Marwan Itu Ada Apa Sih Aku Juga Bingung

Lebih jauh Wakapolres Sukabumi menjelaskan, modus operandi yang dilakukan pelaku dengan cara menyewa atau melakukan rental kendaraan dengan dalih digunakan sebagai kendaraan operasional di salah satu perusahaan.

"Selanjutnya tanpa sepengetahuan pemilik, kendaraan yang di sewa pelaku digadai dan dijadikan jaminan hutang kepada pihak lain. Tempat kejadian di wilayah kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi." beber Sigit.

Atas kelakuannya, Pelaku bisa dijerat dengan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman Pidana 4 tahun penjara dan atau Pasal 480 ayat 1 tentang pertolongan jahat (penadah) barang hasil kejahatan ancaman hukum 4 tahun.(*)