Warga Cikujang Sukabumi Hidupkan Kembali Tradisi Bedil Lodong Rayakan Kemenangan

Sabtu, 23 Mei 2020 - 15:59 WIB
Warga Cikujang Sukabumi Hidupkan Kembali Tradisi Bedil Lodong Rayakan Kemenangan
Warga Cikujang Sukabumi Hidupkan Kembali Tradisi Bedil Lodong Rayakan Kemenangan

TatarSukabumi.ID - Bagi sebagian besar warga masyarakat Sukabumi, Jawa Barat, malam perayaan hari raya Lebaran (Idul Fitri) selain di meriahkan dengan takbir dan pawai beduk, salah satu tradisi kearifan lokal warga Sukabumi lain dimalam kemenangan adalah 'Perang Bedil Lodong'.

Bedil Lodong atau istilah di beberapa daerah lain disebut Bebeledugan merupakan permainan yang terbuat dari batang bambu yang di bentuk seolah meriam.

Gelondongan bambu di rancang sedemikian rupa, dengan panjang berkisar 1 hingga 2 meter dimana setiap sambungan ruas bambu di lobangi dengan lingis dan satu lobang kecil di bagian bawah sebagai pemantik ledakan Bedil Lodong.

Sebagai bahan mesiu penghasil suara ledakan, sebagian orang menggunakan mesiu berbahan minyak tanah, sebagian lain menggunakan mesiu dari bahan Karbit (kalsium karbida/CaC2).

BACA JUGA : Sidang Isbat Tetapkan Lebaran Idul Fitri 2020/1441 H Jatuh Pada Minggu 24 Mei 2020

Salah satu daerah yang masih berusaha mempertahankan tradisi turun temurun ini adalah Pemuda Pemudi warga Jalan Pelabuhan II, Kampung Cikujang, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Sejak pagi tadi Pemuda Cikujang telah menyiapkan 35 unit Bedil Lodong yang akan mulai di sulut pada pukul 17.00 WIB menjelang Beduk Magrib akhir di Bulan Ramadhan 1441 Hijriah.

Dede R Somantri tokoh Pemuda Cikujang kepada TatarSukabumi.ID mengatakan tradisi Bedil Lodong yang nyaris punah digagas kembali oleh warga setempat sejak 3 tahun terakhir.

"Tradisi ini merupakan tradisi warga Cikujang menyambut datang lebaran, kearifan lokal ini sempat tidak dirayakan cukup lama. Kami selaku generasi muda sejak 2017 lalu kembali mencoba membangkitkan tradisi leluhur ini," ungkap pria yang akrab di sapa Ebo Toretto, Sabtu (23/5).

BACA JUGA : SukabumiTerserah! Aturan Pembatasan Jam Operasional Toko Selama PSBB Tidak Didengar

Masih kata Ebo, menyambut Idul Fitri 2020 ini, Pemuda menyiapkan 7 Kilogram karbit sebagai mesiu.

"Bedil Lodong tahun ini kami siapkan 35 dengan karbit 7 Kilogram.

"Kita akan mulai seneut (tabuh) dari jam 5 sore, insyaallah cukup hingga menjelang Shubuh dini hari besok," jelas Ebo.

"Tanggapan dari warga sejauh ini tidak ada yang keberatan atau terganggu, kegiatan ini merupakan sebuah bentuk dalam merayakan hari kemenangan." ungkapnya.(*)