Nelayan Tenggelam di Tegalbuled Ditemukan 20 KM dari Lokasi Jatuh

Minggu, 17 Mei 2020 - 20:49 WIB
Nelayan Tenggelam di Tegalbuled Ditemukan 20 KM dari Lokasi Jatuh
Nelayan Tenggelam di Tegalbuled Ditemukan 20 KM dari Lokasi Jatuh
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Pencarian korban tenggelam hari ke-3 nelayan asal Tegalbuleud Sukabumi akhirnya membuahkan hasil.

Tim gabungan SARDa, Rapi, Polsek, dan Muspika Tegalbuleud hari ini berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah korban, Minggu (17/5/2020).

Sudrajat, Koordinator SARDa Pos Surade. Kepada TatarSukabumi.ID mengatakan, Tim gabungan berhasil menemukan jenazah Samsul (25) seorang Tekong /Nahkoda perahu motor yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di perairan Tegalbuled.

"Hari ini sekitar pukul 17:40 WIB, Tim berhasil menemukan korban yang sebelumnya terpeleset jatuh dari perahu dikawasan muara Cikaso pada  11 Mei lalu," ujar Sudrajat, Minggu (17/5).

BACA JUGA : Wanita Diduga Korban Pembakaran di Pasar Tipar Sukabumi Meninggal Dunia

Dalam penelusuran pencarian terhadap korban sambung Sudrajat, Tim bergerak menyisir TKM (tempat kejadian musibah) Muara Cikaso hingga Pantai Cicaladi.

"Jarak dari TKM jika berjalan kaki kurang lebih 20 Kilometer menyisir pantai, jenazah ditemukan dalam posisi telungkup telah meninggal dunia disekitar pesisir pantai Cicaladi, Desa Sukatani, Kecamatan Surade," jelas Sudrajat.

Tim gabungan evakuasi melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Sukatani dan Polsek Surade untuk selanjutnya korban dievakuasi pada pukul 18:00 WIB sore tadi.

"Jenazah diantar ke rumah duka di Ujung Genteng menggunakan mobil Patroli Polsek Surade," pungkasnya.

BACA JUGA : Evaluasi PSBB Ridwan Kamil : Depok dan Kota Sukabumi Menjadi Perhatian, Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi

Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Pemberdayaan Satuan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri membenarkan telah ditemukannya sosok mayat laki - laki di kawasan Pantai Cicaladi.

"Ya betul tim SAR gabungan berhasil menemukan korban Samsul," jelas Okih.

"Sehubungan dengan terjadinya beberapa kecelakaan laut akibat gelombang tinggi belakangan ini, kami imbau warga Nelayan untuk memperhatikan kelengkapan keselamatan saat melaut.

"Dan bila memungkinkan, Nelayan diimbau untuk tidak melaut sementara waktu, terutama di perairan laut lepas Ujung Genteng dan sekitarnya selama musim gelombang tinggi," pungkasnya.(*)