Evaluasi PSBB Ridwan Kamil : Depok dan Kota Sukabumi Menjadi Perhatian, Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi

Sabtu, 16 Mei 2020 - 22:50 WIB
Evaluasi PSBB Ridwan Kamil : Depok dan Kota Sukabumi Menjadi Perhatian, Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi
Evaluasi PSBB Ridwan Kamil : Depok dan Kota Sukabumi Menjadi Perhatian, Penyebaran Covid-19 Masih Tinggi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Bupati Sukabumi Marwan Hamami ikuti rapat online terkait pembahasan dan evaluasi pemberlakukan PSBB Parsial Kabupaten Sukabumi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rapat melalui saluran video conference (vicon) bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga diikuti oleh pimpinan SKPD dan 14 Camat di Kabupaten Sukabumi yang melaksanakan PSBB Parsial, Sabtu (16/5/2020).

Dari Bandung, Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, penyebaran Covid-19 secara umum mulai menurun di Jawa Barat.

Lebih jauh RK menyatakan, pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinilai cukup berhasil dalam menekan penyebaran nCoV-2019.

"Berita baiknya, pasien yang sembuh di Jawa Barat meningkat dua kali lipat. Pasien yang dirawat di rumah sakit pun menurun.

"Ini semua merupakan berita yang sangat menggembirakan dan perlu diapresiasi, semoga cepat terkendali dengan baik," ujar Ridwan Kamil dalam video conference, Sabtu (16/5/2020).

BACA JUGA : Ribka Tjiptaning Soroti THR Buruh : Dicicil Melanggar Undang-undang

Namun demikian, ada sejumlah catatan penting yang diutarakan Gubernur Jabar dalam rapat daring ini.

"Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Terutama di dua daerah di Jawa Barat.

"Depok dan Kota Sukabumi menjadi perhatian. Penyebaran Covid-19 di dua daerah itu masih tinggi," ungkap Ridwan Kamil.

BACA JUGA : Identitas Jenazah Wanita Korban Dugaan Pembakaran Hidup-hidup di Pasar Gudang Tipar Sukabumi Masih Misteri

Menindak lanjuti hal tersebut, sambung RK, beberapa kebijakan dinilai perlu untuk dilakukan evaluasi dan analisa dalam pemberlakuan PSBB kedepan.

"Senin (18/5) Kota/Kabupaten bisa mengajukan apakah PSBB-nya dilanjutkan atau dihentikan berdasarkan level dan analisis yang ditentukan," tegas RK.

Halaman Selanjutnya >>>>