PSBB Sukabumi, Adjo Sardjono : Tidak Satu Keluarga Tidak Boleh Boncengan Ojek Online Tidak Boleh Tarik Penumpang

Rabu, 06 Mei 2020 - 19:28 WIB
PSBB Sukabumi, Adjo Sardjono : Tidak Satu Keluarga Tidak Boleh Boncengan Ojek Online Tidak Boleh Tarik Penumpang
PSBB Sukabumi, Adjo Sardjono : Tidak Satu Keluarga Tidak Boleh Boncengan Ojek Online Tidak Boleh Tarik Penumpang
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan serentak di Jawa Barat mulai Rabu 6 Mei 2020.

Kabupaten Sukabumi PSBB diberlakukan secara parsial hanya di 14 Kecamatan meliputi Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Cisaat, Sukaraja, Sukalarang, Gunungguruh, Kebonpedes, Cibadak, Cicantayan, Cicurug, Cidahu dan Kecamatan Palabuhanratu, Cikembar dan Kecamatan Parungkuda.

Hari pertama pemberlakuan PSBB, Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono melakukan memonitoring di wilayah Kecamatan Cisaat dan Kecamatan Kadudampit, Rabu (6/5/2020).

BACA JUGA : Hari Pertama PSBB Pemberlakuan PSBB Sukabumi, Wahab : Bandung - Sukabumi 4 Kali Diberhentikan

Tidak hanya meninjau lokasi check poin pemeriksaan kendaraan yang akan masuk Kota Sukabumi, Adjo Sardjono membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan sekaligus tinjau sejumlah kawasan di wilayah Kecamatan Cisaat dan Kadudampit terkait pelaksanaan PSBB meliputi Pasar Ikan Cibaraja, dan pabrik PT Viana Unggul Garmindi.

Wabup Sukabumi apresiasi masyarakat yang secara umum telah memahami maksud dan tujuan penerapan PSBB, meski masih ditemui sejumlah kendaraan roda dua yang masih berboncengan.

"Kalau bukan satu keluarga, tidak boleh berboncengan, lalu ojek online tidak boleh tarik penumpang.

"Tadi ditanya yang boncengan, ternyata mereka satu keluarga. Artinya secara umum masyarakat sudah cukup paham PSBB," ungkap Adjo, Rabu (6/5).

BACA JUGA : Bupati Sukabumi : Tidak Ada Batasan Dana Desa Untuk BLT Masyarakat Terdampak Corona

Untuk warga yang datang dari luar daerah, sambung Adjo, mereka diberi pemahaman terkait PSBB dan menerima.

"Mereka paham dan mau balik arah. Warga Kabupaten Sukabumi yang memang sehabis dari luar daerah terutama zona merah disarankan isolasi mandiri," tegas Adjo.

Terkait tinjauannya di salah satu perusahaan garment, Adjo menilai perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah.

Hal lainnya Wabup menyatakan, sarana keagamaan juga harus melaksanakan protokol kesehatan terutama sarana ibadah yang berada di jalur protokol yang memungkinkan banyak pendatang yang melaksanakan ibadah.

"Kita harus saling mengingatkan untuk menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak," pungkasnya.(*)