Kejari Kota Sukabumi Sita dan Kembalikan 6,7 Miliar Uang Negara Atas Kasus Korupsi Kredit Modal Kerja BJB oleh KOHIPPI

Kamis, 30 April 2020 - 23:39 WIB
Kejari Kota Sukabumi Sita dan Kembalikan 6,7 Miliar Uang Negara Atas Kasus Korupsi Kredit Modal Kerja BJB oleh KOHIPPI
Kejari Kota Sukabumi Sita dan Kembalikan 6,7 Miliar Uang Negara Atas Kasus Korupsi Kredit Modal Kerja BJB oleh KOHIPPI

TatarSukabumi.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi  melakukan pengembalian kerugian uang negara senilai 6,7 Miliar atas kasus tindak pidana korupsi kredit modal kerja dari Bank Jabar Banten (BJB) yang dilakukan oleh KOHIPPI (Koperasi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Sukabumi, Kamis (30/4/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Ganora Zarina kepada awak media menjelaskan kasus tindak pidana korupsi tersebut terjadi pada tahun 2012 silam.

Setelah menjalani proses yang cukup panjang, di tahun 2018 lalu perkara ini telah dinyatakan inkrah (berkekuatan hukum tetap) dan majelis hakim pengadilan Tipikor Bandung memutus 6 orang sebagai terpidana dalam kasus ini.

BACA JUGA : PSBB Resmi Diberlakukan di Sukabumi

2 orang yang terlibat dalam kasus ini merupakan DH yang pada waktu itu menduduki jabatan sebagai Pimpinan Cabang BJB Kota Sukabumi, sementara terpidana lainnya adalah KPS sebagai Manager Komersial pada BJB Cabang Sukabumi waktu itu.

Keduanya diganjar hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan dan terpidana lainnya 3 tahun 6 bulan, selanjutnya masing-masing terpidana membayar denda senilai 50 juta rupiah subsider 6 bulan kurungan.

4 terpidana lain dalam kasus korupsi dengan total kerugian kurang lebih 17 Miliar ini merupakan Ketua, Manager Operasional, Bendahara dan Sekretaris KOHIPPI Sukabumi.

BACA JUGA : Pusat Gempa di Sukabumi Getaran Terasa Hingga Bogor dan Bandung

Keempat terpidana diganjar dengan hukuman penjara berbeda, MA selaku Ketua dan AR sebagai Manager Operasional KOHIPPI diganjar 4 tahun penjara dan denda 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sementara itu K selaku Bendahara dan MN Sekretaris KOHIPPI masing masing diganjar 2 tahun 6 bulan penjara dengan denda 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

"6 tersangka tengah menjalani hukuman penjara. Nilai uang sebesar 6 miliar lebih ini merupakan hasil penjualan 3 aset (milik terpidana) yang disita kejaksaan negeri kota Sukabumi,"

"Uang tersebut akan dikembalikan ke kas negara melalui BJB Sukabumi." ungkap Ganora Zarina, Kamis (30/4).

Sebelum pengembalian uang negara oleh Kejari Kota Sukabumi pada hari ini, sebelumnya uang senilai 11 Miliar juga telah berhasil disita dan dikembalikan ke kas negara dalam kasus kredit modal kerja fiktif ini.(*)