Ada Kendala Pencarian Nakhoda Kapal Asal Banten di Perairan Ujung Genteng Sukabumi Hari ke-3

Kamis, 30 April 2020 - 21:39 WIB
Ada Kendala Pencarian Nakhoda Kapal Asal Banten di Perairan Ujung Genteng Sukabumi Hari ke-3
Ada Kendala Pencarian Nakhoda Kapal Asal Banten di Perairan Ujung Genteng Sukabumi Hari ke-3

TatarSukabumi.ID - Pencarian korban tenggelam hari ke-3 di Perairan Laut Ujung Genteng, Sukabumi, terus dilakukan tim SAR gabungan, Kamis (30/4/2020).

Sebelumnya pada Minggu (26/4) lalu, kapal Nelayan asal Batu Bugis, Bayah, Provinsi Banten dihantam gelombang tinggi Laut Ujung Genteng.

Nakhoda kapal dilaporkan hilang diterjang gelombang sementara 2 ABK berhasil selamat.

BACA JUGA : Gelombang Tinggi Laut Ujung Genteng Terjang Perahu Nelayan, ABK Asal Bayah Banten Hilang

Kepala Seksi Pemberdayaan Satuan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri kepada TatarSukabumi.ID mengatakan bahwa upaya tim SAR gabungan dihari ke-3 pencarian terhadap korban masih belum membuahkan hasil.

"Tim sudah 3 hari sampai dengan hari ini melakukan penyisiran, dibawah komando Koorpos SARDa Ciracap dibantu HNSI (himpunan nelayan), Muspika Ciracap, Pis AL dan Polair, sampai saat ini masih nihil," ujar Okih Fajri, Kamis (30/4).

Tim pencari di bagi menjadi dua, menyisir kawasan darat (pantai) dan tim kedua menyisir perairan.

BACA JUGA : Pusat Gempa di Sukabumi Getaran Terasa Hingga Bogor dan Bandung

Masih kata Okih, penyisiran laut dilakukan dari tempat awal musibah (TKM) menyisir arah Selatan perairan

"Kita menurunkan perahu jenis congkreng per 8 ML, sementara Tim Darat melakukan penyisiran sekitar pantai Citireum.

"Laporan cuaca hari ini cukup cerah, namun gelombang masih tinggi sekitar  3 meter," tukasnya.

BACA JUGA : Lumba-lumba Terdampar di Ujung Genteng Sukabumi

Menurut Okih, dengan 3 hari pasca tenggelam, korban diperkirakan sudah dalam kondisi mengambang.

"Kendala dilapangan yang dihadapi adalah, area searching yang luas, serta kondisi gelombang yang tidak bersahabat.

"Bisa jadi korban sudah jauh ke tengah terbawa arus, atau juga bisa terbawa arus ke perairan Banten," jelas Okih.

Melihat kondisi hari ini, sambung dia, dengan prediksi tinggi gelombang mencapai 3 meter, potensi gelombang tinggi diperkirakan masih akan terjadi hingga 3 Mei mendatang.(*)