Fakta Unik Panen Teri Impun di Palabuhanratu Sukabumi

Minggu, 19 April 2020 - 19:50 WIB
Fakta Unik Panen Teri Impun di Palabuhanratu Sukabumi
Fakta Unik Panen Teri Impun di Palabuhanratu Sukabumi

TatarSukabumi.ID - Warga Palabuhanratu, Sukabumi dan sekitarnya padati Pantai Muara Citepus, sejak pagi buta hingga sore tadi, Minggu (19/4/2020).

Warga datang bukan untuk berwisata atau sekedar menikmati suasana pantai, kehadiran mereka adalah untuk berburu ikan teri putih atau warga Palabuhanratu menyebutnya sebagai Impun.

Ratusan warga terpantau di sekitar muara pantai Citepus berburu Impun menggunakan alat  jaring yang disebut sirib.

BACA JUGA : Piramida Girimukti Kawasan Terlarang Dikunjungi Selama Pandemi Covid-19

Dari penelusuran yang dilakukan wartawan TatarSukabumi.ID dari sejumlah narasumber, Impun yang mirip ikan teri berwarna putih namun lebih kecil, jenis ikan ini hadir musiman.

Warga Palabuhanratu dan sekitarnya percaya jika hadirnya musim Impun terjadi di setiap akhir hitungan bulan hijriah.

Meski tidak setiap bulan limpahan Impun terjadi di kawasan Palabuhanratu, namun kehadiran ikan teri kecil tersebut cukup ditunggu warga masyarakat jelang akhir bulan penghitungan Islam.

"Musim impun biasanya datang hanya di akhir bulan Hijriah, mulai tanggal 25 sampai sekitar tanggal 27 dalam bulan islam, kami warga Palabuhanratu menyebutnya dengan istilah Nyalawena.

"Biasanya impun datang ke tepi muara sejak subuh hingga sore. Saya mulai menangkap impun setelah shalat shubuh,” kata Dadun (63), warga Kampung Cidahon, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

BACA JUGA : Kabar Baik 2 Pasien Positif Covid-19 Sukabumi Sembuh

Masih kata Nelayan asal Palabuhanratu, paling lama musim Impun terjadi hanya satu Minggu dalam sebulan.

"Impun biasanya ada mulai tanggal 25 sampai 27 bulan Islam, namun kadang tanggal 21 bahasa sini bilang salikur terkadang sudah ada," jelasnya.

Musim panen Impun kali ini cukup besar, meski tidak secara signifikan,warga sekitar biasa memanen 3 hingga 10 kilogram Impun di musim panen ini.

"Lumayan untuk nambah penghasilan, karena tidak tiap hari ada, rata-rata orang bisa mendapat 3 sampai 10 kilogram kalau dijual harga 25 sampai 30 ribu perkilonya," jelas Dadun.

BACA JUGA : Cara Cek Nama Penerima Bantuan Sosial Ekonomi Dampak Covid-19 Provinsi Jabar

Masih di lokasi pemburuan Impun muara pantai Citepus, Opik Hidayat pencari impun lainnya mengatakan kawanan Impun yang bergerombol di tepian pantai  akibat terhempas ombak.

"Panen Impun banyak jika ombak besar dan pasang. Kalau air laut tidak pasang biasanya Impun sedikit sulit kita tangkap," kata Opik

Sementara itu, rekan lainnya yang sama mencari Impun, Sopyan (30) menambahkan, Impun biasanya mencari muara sungai.

Sehingga panen Impun biasanya di jumpai di sekitar wilayah muara Cimandiri dan muara aliran sungai yang berujung ke laut.(*)