Press Release Klarifikasi Yance Prasetya Aji

Senin, 13 April 2020 - 13:00 WIB
Press Release Klarifikasi Yance Prasetya Aji
Press Release Klarifikasi Yance Prasetya Aji

TatarSukabumi.ID - DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi menunjuk tim Penasehat Hukum Ferdy Ferdian Associates atas kasus dugaan tindak pencemaran nama baik (fitnah) di media sosial (medsos) yang diduga dilakukan oleh akun Facebook Apih Yance.

Tim Penasehat Hukum Ferdy Ferdian Associates dalam konferensi pers pada Jumat (10/4) kemarin menegaskan kepada pemilik akun Facebook Apih Yance untuk melakukan klarifikasi secara terbuka di media masa dan media sosial atas dugaan fitnah yang telah dilakukannya selambatnya 3 kali 24 jam setelah konferensi pers digelar.

ARTIKEL RUJUKAN : Golkar Siap Tempuh Langkah Hukum Kasus Dugaan Fitnah dan Konten Hoak Akun Facebook Apih Yance.

Menindak lanjuti hal tersebut, pemilik akun Facebook Apih Yance kepada Redaksi TatarSukabumi.ID memberikan klarifikasi.

Pemilik akun Apih Yance atas nama Yance Prasetya Aji melayangkan email sebagai tanggapan terhadap pemberitaan yang telah tayang sebelumnya.

Berikut ini pernyataan dari pemilik akun Facebook Apih Yance ;

PRESS RELEASE

KLARIFIKASI

Sehubungan dengan adanya postingan saya pada akun facebook atas nama Apih Yance pada, 7 April 2020 yang diposting sekira pukul 14.00 WIB yang pada pokoknya menuliskan terkait pembagian APD (Alat Pelindung Diri) yang berlogo Partai Golkar ke bebarapa puskesmas di wilayah Kabupaten Sukabumi, berikut saya sampaikan penjelasan yang melatarbelakangi postingan tersebut:

1. Adanya kontestasi Pilkada di Kabupaten Sukabumi dengan rivalitas antara Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada yang semula akan dilaksanakan pada tahun 2020 dan diundur ke 2021;

2. Dengan merebaknya wabah virus covid 19, secara implisit adanya larangan kepada Wakil Bupati yang mencalonkan diri dalam pilkada mendatang untuk ikut bicara masalah Covid-19;

3. Adanya pemberitaan Pemkab Sukabumi menyiapkan anggaran +/- Rp 14 Miliar untuk penanganan wabah covid 19 (baca: www.detik.com, tanggal 21 Maret 2020, “Tangani Virus Corona Pemkab Sukabumi Geser Anggaran Rp 14 Miliar.”)

4. Adanya pemberitaan di media, terkait Pemkab Sukabumi siapkan Rp 3 Miliar untuk APD. (Baca: www.Kompas.com, tanggal 23 Maret 2020, “Pemkab Sukabumi Gelontorkan RP 3 Miliar untuk APD Tim Medis Penanganan Corona.”) dan masih banyak berita-berita terkait lainnya.

5. Saya mendapat informasi dari masyarakat adanya pembagian APD ke puskesmas – puskesmas di kecamatan-kecamatan se Kabupaten Sukabumi dengan berlogo Parta Golkar. Masyarakat yang menyampaikan informasi menduga pembagian APD tersebut menggunakan dan atau diambil dari dana yang di anggarkan sebesar Rp 14 M tersebut (atau Rp 3 Miliar untuk APD tim Medis), namun menggunakan logo Partai Golkar;

6. Berdasarkan informasi tersebut saya menganalisis adanya benang merah antara pelarangan Wabup Sukabumi untuk berbicara mengenai covid 19 dengan adanya pembagian APD dengan dugaan penggunaan anggaran APBD.

7. Berdasarkan analisis itulah kemudian saya membuat tulisan sebagaimana yang diposting di akun FB Apih Yance pada Rabu, 7 April 2020 lalu, sekira Pukul 14.00 WIB.

8. Tidak lama setelah saya posting, sekira 1 jam, saya mendapat informasi bahwa pembagian APD yang berlogo Partai Golkar itu berasal dari sumbangan DPP Partai Golkar bukan dari APBD Kabupaten Sukabumi;

9. Saat itu pula (Rabu, 7 April 2020, sekira pukul 15.00 atau setidaknya sekira pukul 16.00 WIB) saya langsung menulis dan memposting klarifikasinya yang pada pokoknya menyatakan bahwa APD berlogo Partai Golkar yang dibagikan kepada puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sukabumi itu, ternyata berasal dari sumbangan DPP Partai Golkar bukan dari APBD Kab. Sukabumi. Bahkan, dalam postingan klarifikasi itu, saya sebagai mantan aktifis Partai Golkar merasa perlu menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar dan patut ditiru oleh partai-partai lain.

10.Kemudian tidak lama kemudian (setelah postingan klarifikasi sudah terbaca oleh public terlihat dari like dan komen), akun apih yance langsung saya tutup sebagai niat baik saya dan menyadari adanya kesalahpahaman, serta agar tulisan a quo tidak banyak yang membaca dan menyebar.

11.Klarifikasi ini merupakan klarifikasi kedua. Dengan ini saya tegaskan kembali bahwa :

a. Saya mengakui telah beramsumsi yang salah terhadap laporan masyarakat tentang pembagian APD yang berlogo Partai Golkar itu berasal dari APBD Kab Sukabumi namun ternyata adalah berasal dari sumbangan DPP Partai Golkar;

b. Kelalaian, ketidakcermataan pada laporan masyarakat dan tidak melakukan recheck kepada fihak berkompeten tersebut, saya merasa menyesal dan dengan segala kerendahan hati memohon maaf kepada semua fihak atas ketidaknyamanan atas postingan saya tersebut;

c. Bersamaan dengan peryataan ini, maka dengan penuh kesadaran saya menarik kembali postingan saya yang dimaksud dan akan menghapusnya secara total;

d. Sejak diberikannya klarifikasi ini, saya tidak bertanggung jawab jika ada fihak lain yang memposting kembali status yang pernah saya buat;

e. Klarifikasi ini sekaligus menjawab atas ultimatum Pihak Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang diwakili oleh Kuasa Hukumnya yang

disampaikan kepada media dalam konferensi pers (saya membaca di: www.tatarsukabumi.id, “Golkar Siap Tempuh Langkah Hukum Kasus

Dugaan Fitnah dan Konten Hoak Akun Facebook Apih Yance.”, terbit, Jumat, 10 April 2020, pukul 16.03 WIB) untuk memberikan klarifikasi dalam tempo tiga hari terhitung dari waktu konferensi pers berlangsung (10/04/2020).

Demikan Press Release ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Majalengka, 11 April 2020

Yance Prasetya Aji