OPINI : Pengangguran di Indonesia dan Cara Menanganinya

Senin, 06 April 2020 - 20:15 WIB
OPINI : Pengangguran di Indonesia dan Cara Menanganinya
OPINI : Pengangguran di Indonesia dan Cara Menanganinya

Pengangguran merupakan istilah bagi orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari dalam seminggu, atau orang yang sedang berusaha mendapat pekerjaan layak.

Pengangguran disebabkan beberapa faktor diantaranya jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.

Diketahui Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang cukup besar di dunia, jumlah penduduk besar merupakan salah satu modal dasar dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, namun di sisi lain, jumlah penduduk yang besar dapat menimbulkan masalah kependudukan yang sangat krusial terutama di bidang ketenagakerjaan.

Dengan jumlah penduduk besar ditambah laju pertumbuhan yang relatif tinggi, maka bisa ditebak pada setiap tahunnya Indonesia akan menghadapi kebutuhan angkatan kerja baru dan lapangan pekerjaan.

Dengan laju pertumbuhan penduduk yang besar, seharusnya juga ditopang dengan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi.

Namun saat ini negara Indonesia dinilai masih  mengalami keterpurukan dan tingginya permasalahan kemiskinan yang disebabkan oleh pengangguran.

Pengangguran biasanya disebabkan karena sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia masih rendah dan kurang berkualitas.

Berikut ini sejumlah faktor lain yang mengakibatkan tingginya pengangguran di Indonesia.

Jumlah Penduduk

Tingginya jumlah penduduk di Indonesia mengakibatkan kenaikan jumlah angkatan kerja sementara kenaikan jumlah penduduk tidak sebanding dengan angka kesempatan kerja.

Selain itu, tidak seimbangnya pendidikan yang di tempuh masyarakat bisa mengakibatkan meningkatnya angkatan kerja namun tidak dapat diterjunkan langsung kelapangan pekerjaan.

Otomatis hal tersebut akan berdampak pada jumlah pengangguran yang akan terus bertambah.

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang Masih Rendah

Rendahnya kualitas SDM juga menjadi masalah utama bagi negara Indonesia, salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas SDM karena tidak memadainya pendidikan yang ditekuni sehingga pengetahuan dan keterampilan menjadi berkurang.

Perlu diketahui sampai saat ini pemerintah masih belum tuntas memperbaiki kualitas SDM Indonesia.

Kemajuan Teknologi

Seperti di ketahui bahwa teknologi dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah, kemajuan teknologi sangat membantu khususnya di bidang pekerjaan.

Namun kemajuan teknologi bisa berdampak menimbulkan permasalahan baru khususnya di dunia ketenagakerjaan.

Kemajuan teknologi mengakibatkan perusahaan maupun pabrik menggantikan pekerjaan manusia oleh mesin bahkan robot yang hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja sebagai operator saja.

Alasan utama pabrik menggunakan mesin atau robot daripada manusia karena kerja mesin lebih cepat, akurat, dan lebih berkualitas, sehingga tenaga kerja manusia saat semakin kurang diperlukan.

Dengan kata lain, kemajuan teknologi menimbulkan masalah mengurangi kesempatan pencari kerja dan penyebab banyaknya pengangguran.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

PHK merupakan momok yang paling menakutkan bagi pekerja, PHK terjadi karena kontrak kerja berakhir atau pengurangan karyawan, hal ini pastinya akan mengakibatkan angka pengangguran bertambah.

Pengangguran dapat menimbulkan naiknya tingkat kemiskinan, untuk itu dibutuhkan solusi konkrit peran aktif dan aksi pemerintah.

Salah satu solusi mengentaskan pengangguran adalah menanamkan jiwa wirausaha mulai bangku sekolah, dengan jiwa wirausaha yang tinggi maka dipastikan jumlah kebutuhan kerja akan berkurang, seorang wirausahawan dapat mendirikan usaha sendiri bahkan menciptakan lapangan bagi orang lain.

Solusi lain mengatasi pengangguran adalah meningkatkan kualitas pendidikan dalam rangka memperbaiki kualitas SDM.

Selain solusi tersebut, kebijakan tegas pemerintah memiliki peran penting dalam mengatasi pengangguran yakni melakukan kebijakan dalam memperlambat laju pertumbuhan penduduk sehingga dapat memperlambat pertumbuhan angkatan kerja baru.

Memperluas kesempatan kerja dengan cara mendirikan perusahaan atau pabrik yang baru serta memberi dorongan kepada masyarakat untuk menciptakan usaha sendiri dan memberi bantuan modal pengembangan usaha dengan suku bunga ringan.

 

Penulis : Elsa Elawati - Mahasiswa Universitas Nusa Putra Program Studi Manajemen