Pasar Ahad 'Dadakan' Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Ditutup

Senin, 23 Maret 2020 - 18:16 WIB
Pasar Ahad 'Dadakan' Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Ditutup
Pasar Ahad 'Dadakan' Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Ditutup
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Pemkab Sukabumi kembali menggelar pembahasan mengenai pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukabumi.

Kali ini giliran Pasar Ahad yang berada di Ruas Jalan Jalur Lingkar Selatan Sukabumi menjadi pembahasan untuk sementara waktu ditutup.

Sejumlah Kepala Desa, Camat, Dinas Perdagangan dan UKM serta Pemkab Sukabumi sepakat pasar dadakan yang setiap hari Minggu dipadati pengunjung ini untuk sementara waktu melakukan pemberhentian aktivitas sementara untuk meminimalisir kerumunan masyarakat.

"Kita mengantisipasi jumlah kerumunan yang besar, salah satunya yang terjadi di pasar Ahad di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi. Dalam upaya antisipasi penyebaran Covid-19, kami berupaya menutup kerumunan massa yang besar," ungkap Asisten Daerah Kabupaten Sukabumi, Akhmad Riyadi di Gedung Pendopo Sukabumi, Senin (23/3).

BACA JUGA : Viral! Belum Lama 'Digarap' Jalan Kembali Rusak, Kadis Perkim : Sudah Diperiksa BPK dan Terbukti ada Kekurangan Volume Pekerjaan

Lebih jauh Assda imbau masyarakat untuk sementara waktu bisa menahan diri dan menjauhi lokasi - lokasi dengan tingkat kerumunan massa tinggi.

"Tadi camat Cisaat sudah merespon, kades kades setempat dan karang taruna juga semua hadir, dan mereka sepakat punya semangat yang sama.

"Sementara ini pasar Ahad di tunda dalam upaya menyelamatkan masyarakat baik pedagang maupun pembeli dari penyebaran covid-19," tukasnya.

BACA JUGA : Longsor Timbun Rumah Warga Cibadak, Mengerikan! Seperti Ini Perjuangan Pemilik Rumah Luput dari Maut

Hal senada diungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri, Sekda meminta seluruh Camat dapat lebih mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pencegahan covid-19.

"Salah satunya dengan tidak berkerumun ditempat ramai. Bahkan bila perlu menahan diri di rumah," ungkap Iyos.

Sekda menekankan seluruh tempat yang sering dijadikan ajang berkumpul massa harus menjadi objek tindakan.

"Kebijakan masalah pasar perlu diperhatikan dan Pasar Minggu di jalur harus diliburkan," tegas Iyos Somantri.(*)