Viral! Belum Lama 'Digarap' Jalan Kembali Rusak, Kadis Perkim : Sudah Diperiksa BPK dan Terbukti ada Kekurangan Volume Pekerjaan

Senin, 23 Maret 2020 - 15:44 WIB
Viral! Belum Lama 'Digarap' Jalan Kembali Rusak, Kadis Perkim : Sudah Diperiksa BPK dan Terbukti ada Kekurangan Volume Pekerjaan
Viral! Belum Lama 'Digarap' Jalan Kembali Rusak, Kadis Perkim : Sudah Diperiksa BPK dan Terbukti ada Kekurangan Volume Pekerjaan
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Sejumlah foto proyek pembangunan jalan yang belum lama selesai 'digarap' namun telah kembali rusak beredar viral di media sosial.

Didalam foto tergambar penampakan jalan hotmix dengan kondisi material aspal yang terkelupas.

Didalam foto lainnya nampak sebuah papan proyek pembangunan jalan yang menandakan jika proyek tersebut baru selesai 'digarap' belum lama masih dalam hitungan bulan.

Dalam papan proyek tertulis jika proyek berada dibawah Dinas Perumahan Pemukim (Disperkim) tercatat anggaran pembangunan jalan senilai 1,4 Milyar rupiah.

Informasi yang berhasil dihimpun TatarSukabumi.ID lokasi jalan yang terkelupas merupakan paket pekerjaan di Perumahan Tamansari, Kelurahan /Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat.

BACA JUGA : Longsor Timbun Rumah Warga Cibadak, Mengerikan! Seperti Ini Perjuangan Pemilik Rumah Luput dari Maut

Nyaris seluruh netizen didalam medsos berkomentar miring dan menyayangkan hasil pekerjaan yang dinilai buruk.

Menindak lanjuti permasalahan ini, Kepala Dinas Perumahan Pemukim (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Dedy Chardiman saat ditemui TatarSukabumi.ID di Gedung Pendopo Sukabumi angkat suara.

"Kerusakan jalan ini terjadi pada hari rabu 18 maret 2020, bersamaan dengan kejadian banjir luapan sungai Cipalabuhan akibat curah hujan tinggi," kata Dedy, Senin (23/3).

BACA JUGA : Gempa Sukabumi Terkini Bangunan Sekolah Ambruk 

Kepada awak media Dedy Chardiman tidak menepis jika ada kekurangan volume terhadap proyek jalan tersebut.

"Kegiatan tersebut sudah diperiksa oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan terbukti ada kekurangan volume pekerjaan.

Halaman Selanjutnya >>>>