Warga Temukan Ular Piton Besar Pasca Bencana Longsor di Cibadak Sukabumi

Minggu, 22 Maret 2020 - 19:04 WIB
Warga Temukan Ular Piton Besar Pasca Bencana Longsor di Cibadak Sukabumi
Warga Temukan Ular Piton Besar Pasca Bencana Longsor di Cibadak Sukabumi
Banner Dalam Artikel

TatarSukabumi.ID - Pasca bencana longsor yang mengakibatkan Jalan lingkungan warga di Kampung Bojong Jagal RT 04 / RW 02, kelurahan / Kecamatan Cibadak amblas pada Jumat (20/3) kemarin, masyarakat setempat melaksanakan kerja bakti melakukan perbaikan jalan yang sempat terputus, Minggu (22/3/2020).

Tidak hanya mengakibatkan jalan lingkungan terputus akibat longsor hingga mencapai 30 meter, bencana ini juga mengancam sedikitnya 6 rumah milik warga setempat serta mengakibatkan saluran PDAM ikut jebol terbawa longsor.

Ditengah upaya perbaikan prasarana yang terdampak longsor,  seekor ular jenis Piton atau Sanca Batik keluar dari celah tebing yang amblas tergerus longsor.

BACA JUGA : Gempa Sukabumi Terkini Bangunan Sekolah Ambruk

Kemunculan ular sepanjang 3 meter ini sontak menjadi tontonan warga yang sedang melaksanakan kerja bakti.

"Kami langsung melakukan penangkapan, sepertinya habitat atau tempat tinggal ular ikut tergerus longsor kemarin.

"Sekarang sudah kami tangkap, panjangnya sekitar 3 meteran," ungkap Suryadi (40) warga kampung setempat, Minggu (22/3).

BACA JUGA : Kenali Sejarah Gempa yang Dipicu oleh Sesar Cimandiri dan Sesar Citarik Sukabumi

Dalam aksi penangkapan ular yang sempat terekam kamera handphone, sejumlah warga dengan nada berkelakar menyebut jika ular tersebut merupakan penyebab longsor.

"Oh jadi inilah penyebab runtuh (longsor) teh," kelakar warga.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID dilokasi bencana, akses jalan yang sebelumnya sempat terputus sudah kembali mulai bisa diakses warga.

Sementara itu, Lurah Cibadak Budi Eka Andriana menyatakan Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait peristiwa bencana ini.

"Dengan kondisi cuaca yang hingga saat ini masih cukup ekstrem, kami senantiasa menghimbau warga masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan," ungkap Budi Eka Andriana.(*)