Sekolah Dasar Negeri di Sukabumi Belum Terjamah Pembangunan Sejak Ambruk 3 Bulan Lalu

Selasa, 17 Maret 2020 - 12:11 WIB
Sekolah Dasar Negeri di Sukabumi Belum Terjamah Pembangunan Sejak Ambruk 3 Bulan Lalu
Sekolah Dasar Negeri di Sukabumi Belum Terjamah Pembangunan Sejak Ambruk 3 Bulan Lalu

TatarSukabumi.ID - Atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri Cikaramat yang sempat ambruk pada 5 Desember 2019 silam hingga saat ini masih belum tersentuh.

Saat ini sedikitnya 242 siswa tercatat sebagai pelajar di SDN Cikaramat di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dari pantauan TatarSukabumi.ID di lokasi reruntuhan atap sekolah, bagian atap ruang kelas dengan ukuran kurang lebih 30 meter persegi masih belum berubah pasca ambruk 3 bulan silam, Selasa (17/3/2020).

BACA JUGA : Perda Pengelolaan Pasar Rakyat dan Tera Ulang Pemkab Sukabumi Akan Diterapkan di Halmahera Maluku

Kondisi atap yang seolah terabaikan belum tersentuh perbaikan ini di keluhkan orang tua wali murid, mengingat dengan kondisi ini kegiatan belajar mengajar terganggu.

"Akibat atap ambruk ruang kelas sama sekali tak bisa digunakan lagi, sekarang siswi kami harus belajar secara gantian karena tidak kebagian kelas" ungkap salah seorang wali murid yang enggan ditulis namanya.

Selain itu, orang tua wali murid merasa khawatir sisa potongan material bangunan kembali ambruk menimpa pelajar.

"Belum lagi ada ruang kelas yang tidak ada kursi dan meja, anak anak belajar dilantai, semoga saja pihak pemerintah cepat membangun kembali dan memberi bantuan bangku," harapnya.

BACA JUGA : Legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Sukabumi, Penambang Janjikan Pajak dan Hibah 20 Kilogram Emas

Dikonfirmasi terpisah, Asep Bagia Hidayat, salah seorang pengajar di SDN Cikaramat tidak menyangkal bahwa hingga saat ini atap bangunan sekolah masih belum diperbaiki.

"Untuk saat ini ada 4 ruangan belajar yang bisa digunakan, sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara bergiliran pagi dan siang, karena ada dua ruangan kelas yang tidak bisa digunakan serta kantor guru pasca ambruk tahun lalu.

"Kami sangat repot dengan kondisi seperti ini. Terlebih kami tidak memiliki ruangan kantor guru" ujar Asep yang merupakan tenaga pengajar Honorer yang sudah mengabdi selama 15 tahun.

BACA JUGA : Pabrik Tua Belanda Terowongan Pembangkit Listrik Peninggalan Kolonial Hingga Air Terjun Greentea Curug Cipatala Sukabumi

Sebelumnya, Muspika setempat, Dinas Pendidikan dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi sempat meninjau lokasi ambruknya atap Sekolah.

"Janjinya segera di bangun setelah kejadian dan akan diprioritaskan, namun informasi terakhir katanya tidak ada di DPA.

"Kami tentunya ingin segera ruangan yang ambruk dibangun kembali, Karena waktu kedatangan mereka (dewan dan pihak terkait) bukan saja mau membangun ruangan dan kantor yang roboh, tetapi ingin memperbaiki ruangan perpus yang sudah rusak," jelasnya.

Lebih jauh Asep berharap pelaksanaan pembangunan kepada komite dan pihak sekolah, mengingat hasil pekerjaan pembangunan sebelumnya yang dilakukan oleh pihak ketiga tidak seperti yang diharapkan.

"Jika melalui CV tentunya tidak seperti apa yang ada pada juknis, kenapa kami berbicara seperti itu, karena sudah terjadi pada pengerjaan ruangan belajar yang di bangun waktu lalu." tukasnya.(*)