DPRD Kabupaten Sukabumi Siap Godok 18 Raperda Baru

Kamis, 12 Maret 2020 - 15:05 WIB
DPRD Kabupaten Sukabumi Siap Godok 18 Raperda Baru
DPRD Kabupaten Sukabumi Siap Godok 18 Raperda Baru

TatarSukabumi.ID - Di tahun 2020 ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengajukan 18 draft  rancangan Peraturan Daerah (Raperda).

18 draft Raperda saat ini telah masuk ke DPRD Kabupaten Sukabumi dan dalam waktu dekat akan dilakukan penggodokan di legislatif.

Hal tersebut diungkap Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Sukabumi, Dennys Ali Perkasa belum lama ini.

"Ini untuk memastikan kesiapan beberapa OPD yang telah mengajukan raperda di tahun 2020.

"Memang ada perubahan dari 19 menjadi 18 draft raperda, penambahan terbaru adalah perubahan RDTR tentang kawasan perkotaan," kata Dennys kepada TatarSukabumi.ID.

BACA JUGA : Wacana 'Dihidupkannya Kembali' GBHN, Hergun: Mari Ngobrol Menyangkut Kebijakan itu Agar Memiliki Sudut Pandang Sama

Menurut Dennys, DPRD menargetkan hingga akhir maret triwulan pertama 2020 Raperda tentang Kepemudaan sudah siap untuk di Paripurna kan.

Skala prioritas Raperda lainnya sambung Dennys, adalah Raperda retribusi pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi.

"Mungkin baru dua dinas saja yang telah siap, selebihnya di triwulan ke III dan IV kebanyakan setelah anggaran perubahan," kata Dennys.

masih kata Dia, Raperda koperasi di triwulan pertama 2020 masih belum masuk pembahasan.

"Bidang mikro saja tidak di bidang makro dan itu masih menunggu hasil setelah kunjungan ke provinsi Jawa Barat," jelasnya.

BACA JUGA : Sah! MA Tolak Kenaikan BPJS, Heri Gunawan : Harus Tahu Diri Ini Duit Rakyat

Badan pembentukan peraturan daerah sebagai penerima aspirasi Masyarakat ungkap Dennys, diharapkan bisa tepat guna dan sasaran melalui kerjasama eksekutif dimana perubahan atau dibuat baru bisa selesai sesuai target jadi tidak ada yang molor diakhir tahun kemudian.

"Barusan kita dapatkan penjelasan dari pihak setda untuk anggaran draft raperda kalau seperti ini tidak ditetapkan, nonton fisik tidak seperti fisik, anggaran dikisaran antara 100-150 juta, tergantung nanti dalam terapan kunjungan atau kebijakan," tandasnya.(*)